Tiga Mahasiswa UNY Ini Buat Alat Air Purifier Drone untuk Atasi Pencemaran Udara
YOGYAKARTA, iNews.id -Tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY berhasil membuat alat untuk mengatasi pencemaran udara yang diberi nama Air Purifier Drone. Alat ini tidak hanya akan memfilter atau menyaring udara, namun juga bisa mengurangi pencemaran udara setiap harinya.
Tiga mahasiswa FMIPA UNY itu, terdiri dari Fitri Nurhidayati program studi (prodi) Pendidikan Fisika, Sangga Buana prodi Fisika dan Fatcul Solikhan prodi Pendidikan Kimia.
Fitri Nurhidayati mengatakan, ide awal pembuatan alat Air Purifier Drone ini karena saat ini kualitas udara terutama di kota-kota besar pencemarnya telah melampaui ambang batas. "Padahal kualitas udara yang buruk membahayakan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Sehingga harus ada solusi untuk masalah ini,” kata Fitri, Selasa (3/11/2020).
Menurut Fitri, Air Purifier Drone ini dapat diterbangkan ketempat-tempat yang memiliki tingkat polusi udara tinggi dan dapat dikendalikan dengan remote control sehingga memiliki jangkauan yang lebih luas.
Fatcul Solikhan menjelaskan teknologi yang digunakan dalam alat ini adalah drone DT-Sense Carbon Monoxide Sensor. Yaitu modul sensor berbasiskan MQ-7 yang akan bereaksi terhadap kadar gas karbon monoksida yang terdapat dalam udara. Serta super kapasitor dan adsorben.
“Alat ini juga dikembangkan dengan menggunakan sensor karbon monoksida dalam perakitannya,” paparnya.
Perakitan sensor meliputi pemasangan sensor, super capasitor dan komponen-komponen lain yang dibutuhkan pada sebuah pcb. Untuk perakitan drone juga dilakukan pada air purifier yang telah dibuat. Pemasangan air purifier pada drone disesuaikan pada rancangan, di mana air purifier terdapat pada sisi atas badan drone.
Perakitan alat dimulai dari memasang frame karbon, lalu memasang brussless pada keempat sisi motor drone sekaligus menyesuaian Electronic Speed Control (ESC) padamotor dan memasangnya. Kemudian meghubungkan setiap ESC ke flight control.
“Pasang buzzer dan receiver, tingkatkan frame drone menjadi dua tingkat, pasang modul MQ-7 dan superkapasitor, memasang fanexhaust atau kotak airpurifier yang dilengkapi adsorben yang sudah dibuat serta memasang propler pada motor brussless,” jelasnya.
Sangga Buana menambahkan, alat ini dilengkapi dengan adsorben yaitu zat padat yang dapat menyerap partikel fluida dalam suatu proses adsorpsi yang bersifat spesifik dan terbuat dari bahan-bahan yang berpori. “Adsorben yang digunakan dalam tahapan ini adalah jenis adsorben flyash,” paparnya.
Untuk meningkatkan performa adsorben, maka flyash akan diaktifkan dengan cara di-refluks dengan larutan H2SO 43% dengan tujuan untuk membersihkan permukaan pori dari senyawa pengotor yang dapat mengganggu penyerapan emisi gas buang.
Flyash kemudian dicuci dengan aquades sampai netral dan selanjutnya dikeringkan. Selanjutnya dilakukan pemanasan terhada pflyash dengan tujuan untuk menguapkan air yang terperangkap dalam pori-pori flyash sehingga luas permukaan pori-pori bertambah.
Editor: Ainun Najib