Tim Pemenangan Immawan-Martanty Laporkan Perusakan 15 APK ke Bawaslu Gunungkidul

Antara ยท Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:07:00 WIB
Tim Pemenangan Immawan-Martanty Laporkan Perusakan 15 APK ke Bawaslu Gunungkidul
Kantor Bawaslu (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Tim pemenangan pasangan calon Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi peserta Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyyakarta (DIY), melaporkan perusakan alat peraga kampanye ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Total ada 15 gambar pasangan calon Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi dirusak.

Wakil Sekretaris DPD Nasdem Gunungkidul Wisnu Dwi Atmojo mengatakan, sebanyak 15 bendera kecil yang dirusak berada di Dusun Keblak, Kecamatan/Kapanewon Semanu. Ke-15 APK yang dirusak mulai dari dirobohkan hingga di bagian gambar ada bekas sobekan menggunakan benda tajam.

"Kami sebagai partai pengusung pasangan Immawan-Martanty meminta kepada Bawaslu untuk mengusut perusakan alat peraga kampanye (APK) di Dusun Keblak, Ngeposari, Semanu," kata Wisnu.

Selain itu, ada dua gambar yang hilang dari lokasi yang dipasang. Perusakan APK tidak hanya di satu lokasi karena ada dua titik lainnya juga terjadi hal yang sama.

"Kami pasang di Ngeposari empat hari lalu, tapi semalam ada laporan perusakan di wilayah Ngeposari,” katanya.

Disinggung mengenai oknum perusakan, Wisnu tidak mau berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya ke Bawaslu. Menurut dia, laporan yang dibuat telah diterima dan akan ditangani dalam rentang waktu dua kali 24 jam.

“Kami tidak mau membuat gaduh suasana dan pengusutan kami serahkan ke Bawaslu,” katanya.

Anggota Bawaslu Gunungkidul Sudarmanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari tim nomor urut dua ini. Selanjutnya,katanya, Bawaslu akan melakukan kajian, namun sebelumnya akan meneliti kelengkapan berkas dari pelaporan yang dibuat.

"Kami akan kaji dulu apakah sudah lengkap atau belum. Kalau lengkap, maka akan dilanjutkan untuk penanganan,” katanya.

Untuk barang yang dirusak, Sudarmanto juga belum bisa memastikan apakah masuk sebagai alat peraga atau bahan kampanye. Menurutnya, sesuai dengan peraturan yang masuk alat peraga meliputi videotron, spanduk dan baliho. Sedangkan untuk bahan kampanye meliputi brosur, poster, pamflet dan selebaran.

"Untuk banner atau umbul-umbul belum diatur sehingga harus ada kajian terlebih dahulu. Yang jelas, pelaporan itu akan ditindaklanjuti,” katanya.

Editor : Nani Suherni