Titik Nol Kilometer Bantul Ditetapkan Jadi Pusat Car Free Day
BANTUL, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar car free day (CFD), setiap hari Minggu mulai pukul 06.00-09.00 WIB. CFD ini mulai diberlakukan Minggu (7/1/2018) di Titik Nol Kilometer mulai Jalan Jenderal Sudirman, Klodran sampai Gose.
“Car Free Day ini digelar setiap Minggu dan dipusatkan di depan Pasar Bantul,” kata Skretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono.
Pemkab, kata Riyantono, akan memfasilitasi kegiatan masyarakat di CFD, mulai olahraga seperti senam sampai dengan rekreaasi dan kuliner. Di tempat ini akan digelar senam aerobik dengan panggung instruktur dibuat permanen.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan CFD ini merupakan salah satu bagian dari penataan jalan di Bantul. Sebelumnya, Jalan Sudirman pohonnya ditebang lantaran cukupberbahaya untuk lalu lintas. Juga untuk diperlebar agar arus lalulintas lebih nyaman.
Kini dengan digelar CFD, masyarakat bisa mengoptimalisasi jalan untuk untuk kegiatan positif. “CFD ini bisa untuk ajang silaturahmi dan rekreasi yang murah dan menyehatkan,” ucap Suharsono.
Masyarakat bisa memilih aktivitas di kawasan Nol Kilometer-nya Bantul ini. Mulai olahraga senam aerobik, sepeda gembira sampai dengan berburu kuliner khas Bantul.
Pada hari pertama kemarin, kawasan Titik Nol Kota Bantul, dijubeli ribuan peserta senam masal aerobik bersama Sanggar Senam Palupi Bantul. Suharsono berjanji setiap minggunya akan digelar CFD dengan berbagai kegiatan yang apik dan menghibur.
Kegiatan CFD tersebut dimeriahkan oleh sejumlah stan UMKM dengan aneka produk olahan pangan, kerajinan dari daur ulang sampah, stan swasta, mobil perpustakaan keliling dan gelaran musik oleh Big Band dengan melantunkan tembang-tembang hits Koes Plus.
Suharsono bertekad untuk menjadikan sejumlah jalur di Bantul lebih layak untuk lalu lintas. Setelah menyelesaikan pelebaran jalan di Jalan Sudirman, akan dilanjutkan di beberapa ruas jalan yang lain. Salah satunya di Jalan Parangtritis yang menjadi salah satu titik kemacetan di Bantul.
Sejumlah pohon yang perindang di tepi jalan akan dipotong. Seperti di depan Pasar Bantul, pohon ini juga akan ditebang dan jalannya diperlebar. Sehingga akses transportasi dan pengguna jalan lebih nyaman.
Diakuinya dalam penataan ini memang ada segaian masyarakat yang belum bisa merespons kebijakan. Namun setelah diberikan pemahaman kondisi jalan yang ada, dan akses lalulintas yang nyaman untuk wisatawan semuanya bisa memahami.
Editor: Kastolani Marzuki