Tokoh Pemuda Berharap Otsus Bisa Jamin Eksistensi Orang Papua dan Kulturnya
YOGYAKARTA, iNews.id – Otonomi Khusus (Otsus) di Papua diharapkan menjadi langkah terbaik untuk menjamin eksistensi orang Papua dan kulturnya. Kebijakan ini perlu didialogkan dengan masyarakat untuk mendapatkan kritik dan masukan.
“Otsus adalah langkah yang baik yang diharapkan dapat menjamin eksistensi orang Papua dan kulturnya,” kata tokoh pemuda Papua Methodius Kossay, dalam diskusi webinar yang diselenggarakan Noken Solutions, organisasi yang fokus dalam isu-isu Papua, Jumat (4/9/2020).
Webinar ini mengusung tema Otsus dan Peluang Generasi Milenial Papua yang dipandu moderator yang juga penggerak organisasi Noken Solutions, Elna Febi Astuti. Webinar ini diikuti tokoh pemuda Papua, mahasiswa dan akademisi dari Yogyakarta.
Methodius Kossay mengatakan, pembangunan di Papua terhambat oleh permasalahan transparansi alokasi dana otonomi khusus (Otsus). Selain itu sektor pendidikan dan kesehatan di Papua masih sangat lemah.
Meski begitu, pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam melaksanakan otsus. Termasuk berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya masyarakat Papua terkait dampak positif adanya otsus.
Sementara itu, Ketua Gugus Papua Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko mengatakan, orang Papua relatif kurang bisa bersaing dengan orang luar Papua. Hal itu bukan karena SDM Papua yang lemah, namun prosesnya yang membuat lemah.
Menurutnya, faktor yang membuat SDM lemah karena kesehatan yang rendah dan gizi yang buruk. Hal ini membuat seseorang menjadi sulit untuk menyerap informasi dan pendidikan.
“Untuk kekurangan otsus sebaiknya perlu dikaji atau diperbaiki dan jangan serta merta ditolak,” katanya.
Bambang mengatakan, perlu ada dialog untuk menyelesaikan masalah atau melakukan kajian dan mengkritisi otsus. Hal ini perlu dilakukan untuk memerikan kontribusi lebih dari pelaksanaan otsus.
“Penting adanya dialog bagaimana membuktikan bahwa milenial mampu ikut serta dalam mengelola otsus lebih baik,” katanya.
Editor: Kuntadi Kuntadi