Tolak Penambangan Pasir, Warga Jomboran Sleman Pasang Spanduk Progo Ra Dido

Kuntadi ยท Senin, 05 Oktober 2020 - 19:00:00 WIB
Tolak Penambangan Pasir, Warga Jomboran Sleman Pasang Spanduk Progo Ra Dido
Warga Sleman menolak penambangan pasir Progo dengan membentangkan spanduk. (foto: istimewa)

SLEMAN, iNews.id – Rencana penambangan pasir di aliran Sungai Progo, Minggir, Sleman mendapat penolakan dari warga. Mereka tidak ingin penambangan dengan alat berat merusak lingkungan.

“Hari ini kami lakukan penolakan lagi dengan membentangkan spanduk Progo Ra Didol,” kata Ngajiono, salah seorang warga, Senin (5/10/2020).

Ngajiono mengklaim penolakan ini tidak hanya dilakukan warga Pedukuhan Jomboran, Sumberagung, Minggir, Sleman, tapi juga warga dua pedukuhan di Kabupaten Kulonprogo, yakni Pundak Wetan dan Wiyu Kembang yang berbatasan langsung. Selama ini, warga yang tinggal di bantaran Sungai Progo tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Kali Progo (PMKP).

Alasan warga menolak penambangan dengan alat berat karena tidak ingin ada kerusakan lingkungan. Penambangan dengan alat berat kerap menjadikan sumur warga menjadi kering.

“Warga takut sumur akan kering karena ada penambangan di sini,” katanya.

Selama ini warga juga belum pernah mendapatkan sosialisasi dari PT Citra Mataram Konstruksi (CMK). Padahal sosialisasi merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan sebelum perusahaan tersebut mendapatkan izin.

“Saya juga belum pernah mendapat sosialisasi akan adanya penambangan dengan alat berat di sini,” katanya.

Kuasa Hukum PT CMK Yacob Rihwanto kepada wartawan mengatakan kliennya siap memberikan kompensasi terhadap warga terdampak. Bahkan perusahaan juga akan memberikan kompensasi untuk kampung yang secara langsung terdampak penambangan ini.

PT CMK saat ini telah mengantongi izin terkait dengan penambangan pasir di aliran Sungai Progo. Hanya, kesepakatan dengan warga penolak yang masih belum selesai.

“Kami siap diskusi dengan warga untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi