UGM Kembangkan Taman Herbal untuk Studi Farmasi

Kuntadi ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 14:41 WIB
UGM Kembangkan Taman Herbal untuk Studi Farmasi
UGM meresmikan Taman Herbal di Fakultas Farmasi, Selasa (10/12/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekarang memiliki Taman Herbal. Smart Taman Herbal tersebut memiliki 32 koleksi tanaman obat yang bisa dijadikan objek penelitian dan studi.

Taman Herbal tersebut terletak di utara Kampus Fakultas Farmasi dengan ukuran lima kali sepuluh meter persegi. Taman ini terbuka bagi mahasiswa yang melakukan riset mengenal aneka jenis tanaman herbal.

“Kita pilih tanaman yang bisa dijadikan obat dan potensial sebagai bahan jamu,” kata pengelola bernama Djoko Santoso saat peresmian Smart Taman Herbal, Selasa (10/12/2019).

BACA JUGA: Wisuda 845 Lulusan Program Pascasarjana, Ini Pesan Rektor UGM

Beberapa jenis tanaman yang ada di taman tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat. Seperti kemuning sebagai antikolesterol, sirih merah, dan daun suji untuk antioksidan. Selain itu ada tanaman pucuk merah dan minyak atsiri yang memiliki fungsi sebagai antibakteri.

“Total ada 32 jenis tanaman yang kita pilih untuk media pembelajaran,” katanya.

Taman Herbal ini, kata Santoso sering dikunjungi oleh siswa sekolah yang melakukan study tour ke Kampus Fakultas Farmasi UGM. Mereka ingin mengenal lebih jauh tentang tanaman herbal.

BACA JUGA: Peringkat Kampus Berbasis Kinerja Pengabdian Masyarakat, UGM Teratas

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UGM Agung Endro mengatakan keberadaan Taman Herbal menjadi bagian program penataan tata ruang kampus. Selain Taman Herbal, pihak kampus juga meresmikan coworking space bagi mahasiswa. Coworking space itu berupa tiga ruang belajar baru.

“Tujuannya agar mahasiswa menjadi betah di kampus,” katanya.

Untuk mendukung kegiatan diskusi bagi mahasiswa, pihak kampus melengkapi Taman Herbal ini dengan fasilitas internet kecepatan tinggi. Taman Herbal dan coworking space yang berdampingan itu diperkirakan mampu menampung 50 hingga 100 orang sekaligus.

“Melalui pengembangan taman herbal dan student corner itu, pihak kampus berharap akan muncul ide kreatif dari mahasiswa Fakultas Farmasi UGM. Harapannya bisa mendukung kegiatan riset dibidang farmasi dan rumah sakit,” ujarnya.


Editor : Rizal Bomantama