Uji Coba Pembukaan Pariwisata di Yogyakarta Dilakukan per 1 Juli

Nani Suherni ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 08:44 WIB
Uji Coba Pembukaan Pariwisata di Yogyakarta Dilakukan per 1 Juli
Rapat Koordinasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Bidang Perekoniman, Senin (29/6/2020). (Foto: Dok Humas Pemda Yogya)

YOGYAKARTA, iNews.id - Masa perpanjangan tanggap darurat bencana hingga akhir Juli mendatang akan digunakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk uji coba memantapkan kembali perekonomian. Uji coba dilakukan salah satunya melalui pembukaan pariwisata di DIY.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengungkapkan, periode 1-31 Juli akan digunakan untuk uji membangkitkan perekonomian melalui menggerakkan kembali wisata dan UKM. Dengan begitu, obyek pariwisata bisa berbenah untuk menerima kunjungan wisata dengan protokol yang seharusnya.

Menurut Tri Saktiyana, perlu penerapan protokol kesehatan yang ketat terkait membuka kembali wisata. Selain itu, bukan wisata yang bersifat massal dan mengumpulkan orang banyak dalam satu titik yang akan dibuka, namun pembukaan akan sangat selektif dan bertahap. Hal itu bertujuan untuk tetap menjaga keamanan masyarakat.

“Kami harus jaga betul jangan sampai kepercayaan wisatawan itu turun drastis kalau wisata tidak menerapkan protokol kesehatan dan tiba-tiba di objek wisata tertentu muncul masyarakat reaktif apalagi positif Covid -19," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/6/2020).

"Nah ini nanti akan meruntuhkan citra pariwisata DIY dan akhirnya juga perekonomian DIY kalau sampai kejadian semacam itu ya tentu kami akan panjang lagi menuju new normal,” katanya menambahkan.

Di DIY, wisata seolah menjadi napas bagi perekonomian. Sektor ini mampu menjadi penopang hampir seluruh kegiatan perekonomian, contohnya UMKM.

Tri Saktiyana menjelaskan, multiplayer effect pariwisata lebih dari 104 kali. Yaitu, setiap penambahan Rp1 miliar pendapatan dari pariwisata, output total ekonomi DIY akan bertambah Rp104 miliar. Apabila terjadi penurunan Rp1 miliar di sektor pariwisata, output total ekonomi turun 104 miliar.

Dari sisi ketenagakerjaan, apabila pariwisata turun Rp1 miliar, maka akan ada 0,6 persen penganggur baru. Apabila naik Rp1 miliar, maka akan ada tambahan tenaga kerja baru sebanyak 0,6 persen.

“Itulah kenapa pak Wagub mempriotitaskan wisata untuk menjadi yang pertama kami ujicobakan dan kami dorong produktivitasnya. Karena, sektor pariwisata ini memang merupakan kunci penggerak roda perekonomian,” ucapnya.

Tri Saktiyana mengungkapkan, pariwisata di era new normal tentu berbeda dengan masa sebelumnya. Pemda DIY berharap bisa berada pada level meningkatkan kualitas daripada kualitas.

“Saya ingin wisata di masa uji coba ini lebih meningkat kualitasnya. Ya tentu saja untuk sementara bukan pariwisata yang bersifat massal, akhir tahun ini bukan pariwisata yang bersifat massal yang kami dorong, tapi selektif,” katanya.


Editor : Nani Suherni