Warga DIY Kurang Disiplin, Pemda Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Kuntadi ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 18:01 WIB
Warga DIY Kurang Disiplin, Pemda Perpanjang Masa Tanggap Darurat
Sejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020). (Foto: Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah DIY kembali memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 sampai dengan 31 Juli 2020. Langkah ini ditempuh, setelah dalam rapat koordinasi dengan melibatkan lima kabupaten/kota menemukan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Masa tanggap bencana diputuskan diperpanjang satu bulan,” kata Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemda DIY Biwara Yuswantana, Kamis (25/6/2020).

Perpanjangan ini merupakan kali kedua yang diputuskan gugus tugas DIY. Sebelumnya Pemda DIY menetapkan masa tanggap bencana sejak akhir Maret lalu selama dua bulan. Seiring berjalannya waktu, diperpanjang lagi sampai dengan akhir Juni dan kali ini diperpanjang lagi.

“Kami menganggap kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan perlu ditingkatkan,” kata Biwara yang menjabat Kepala Pelaksana BPBD DIY ini.

Dalam rakor, masih banyak muncul laporan dari berbagai pihak terkait rendahnya kedisiplinan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan di tempat publik. Padahal pemerintah mulai membuka aktivitas ekonomi. Semestinya masyarakat bisa mengimbangi dengan melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Saat ini tim terus melakukan verifikasi untuk mempersiapkan pembukaan hotel, tempat wisata dan mal. Ini merupakan upaya untuk persiapan menuju new normal.

“Kasus Covid-19 saat ini masih perlu penanganan intensif, penambahan kasus masih ada,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY Rony Primanto mengatakan, masyarakat harus menggunakan ID digital melalui aplikasi Cared+ ketika mengunjungi tempat wisata, mal, maupun tempat publik lainnya. Aplikasi ini diperlukan untuk mengetahui jumlah kunjungan sekaligus tracking jika ada pasien positif.

“Kita sudah kembangkan aplikasi untuk memonitor kunjungan dan tracking warga ketika ada kasus,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi