Warga Jogjakarta Bandel Terapkan Prokes Covid-19, BKKBN Bentuk Duta Perubahan Perilaku

Kuntadi ยท Selasa, 01 Desember 2020 - 13:47:00 WIB
Warga Jogjakarta Bandel Terapkan Prokes Covid-19, BKKBN Bentuk Duta Perubahan Perilaku
BKKBN membentuk duta perubahan perilaku untuk mencegah Covid-19. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONROGO, iNews.id – Kesadaran masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam pencegahan Covid-19 masih rendah. Mereka masih bandel ketika diingatkan untuk menerapkan prokes.

“Resistensi di Yogyakarta itu tinggi, karena masyarakatnya ngeyel kalau diingatkan,” kata Ketua Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Pencegahan Covid-19 BKKBN, Dwi Listyawardani, Selasa (1/12/2020).

Listyawardani mengatakan, semestinya masyarakat sadar bahaya Covid-19 bisa mengenai siapa saja. Saat ini ruang isolasi di rumah sakit yang ada di DIY sudah sangat terbatas. Sementara masyarakatnya sudah jenuh untuk tetap berada di dalam rumah.

BKKBN mendapat tugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar ikut mensosialisasikan gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Mencuci tangan dengan sabun hampir sudah bisa diterapkan, begitu juga dengan penggunaan masker.

“Yang paling sulit itu menerapkan jaga jarak, kalau cuci tangan atau masker relatif sudah berjalan,” katanya.

Agar sosialisasi bejalan efektif, BKKBN membetuk duta perubahan perilaku di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo. Setiap wilayah ada 200 pemuda yang akan melakukan sosialisasi ke masyarakat baik individu ataupun komunitas. Mereka wajib mengunggah foto dan laporan ke aplikasi yang sudah disiapkan.

“Target mereka dalam dua pekan harus menggungkah 250 foto dan laporan. Duta perilaku ini tersebar secara nasional,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan, pemuda memiliki peran sentral dalam mencegah penularan Covid-19. Mereka harus mampu melakukan revoluasi mental untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

“Covid-19 sudah delapan bulan, dan kesadaran masyarakat mulai turun. Disinilah pemuda harus mengajak masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan,” kata Fajar.

Wabup mengatakan, kasus di Kulonprogo belakangan ini cukup tinggi. Ini terjadi karena masyarakat mulai lupa dan tidak melaksanakan gerakan 3M. Untuk itulah masyarakat harus menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Editor : Kuntadi Kuntadi