Warga Lereng Gunung Merapi Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Antisipasi Erupsi

Agregasi Harianjogja ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 10:18 WIB
Warga Lereng Gunung Merapi Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Antisipasi Erupsi
Gunung Merapi (Foto: Dokumen PGM Babadan, Magelang)

SLEMAN, iNews.id - Sejumlah persiapan mitigasi sekitar lereng Merapi dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Untuk mengedukasi warga lereng Merapi soal proses evakuasi, BPBD Sleman mengajak warga menyiapkan tas siaga bencana.

Berkaca dari kejadian erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010 lalu, ketika evakuasi warga tidak memikirkan harta benda yang harus dibawanya, kecuali diri sendiri dan anggota keluarga. Hal ini membuat aset warga hilang tersapu awan panas, termasuk arsip penting dan berkas kependudukan.

Supaya warga lebih siap ketika bencana terjadi, BPBD Sleman melatih warga untuk menyiapkan tas siaga bencana. Tas itu berisi berkas penting seperti akta kelahiran, kartu keluarga, ijazah, hingga sertifikat tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan tas siaga bencana itu perlu dimiliki warga di lereng gunung. Jika sewaktu-waktu erupsi terjadi, berkas bisa dibawa mengungsi.

"Ketika ada perintah mengungsi, dia nggak usah nyari kemana-mana, tinggal nyangking. Jadi berkas tidak akan hilang ditelan erupsi," kata Joko, Senin (13/7/2020).

Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti mengapresiasi langkah BPBD yang telah mengedukasi warga untuk bisa mempersiapkan tas siaga bencana. Dengan menyiapkan tas ini, warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi dirasa sudah sadar mitigasi bencana.

"Kami cek lapangan ternyata masyarakat mulai sadar apa yang harus dilakukan ketika ada erupsi. Ada tas siaga bencana yang berisi semua dokumen berharga mereka sehingga ketika ada bencana mereka akan pergi dengan satu tas dibawa mengungsi," ucap Ani.

Salah satu warga Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman Sarmiyati, mengatakan sudah menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting seperti ijazah dan sertifikat tanah. Pihaknya telah belajar dari erupsi beberapa tahun lalu dengan menyiapkan dokumen untuk dibawa mengungsi.

"Kalau nanti Siaga langsung kita turun. Tas ini dibawa ketika ada peningkatan status. Kalau dulu kan nggak pada dibawa jadi hilang, padahal ngurus dokumen ini kan susah. Jadi kita pake tas ini," ucapnya.

Jika nantinya harus mengungsi, dia dan suami serta kedua anaknya sudah siap. Kekhawatiran akan erupsi selalu ada, namun karena sudah terbiasa tinggal di lereng gunung, dia memilih untuk selalu patuh mitigasi bencana supaya senantiasa selamat dari ancaman bencana.


Editor : Nani Suherni