Warga Rusia Ramai-Ramai Belajar Cara Perang dan Operasikan Senjata
MOSKOW, iNews.id - Warga Rusia ramai-ramai belajar mengoperasikan senjata. Hal ini diduga terkait dengan meningkatnya rasa patriotisme menyusul perang antara Rusia dan Ukraina.
Seorang mantan kapten pasukan khusus Rusia di sebuah klub olahraga mengajarkan cara mengoperasikan senapan otomatis Kalashnikov. Ada sekitar 70 perempuan dan laki-laki yang berlatih di klub yang berada di luar Moskow ini pada Sabtu (3/12/2022).
Seorang peserta kursus, Vladimir (31) mengaku sengaja mencari pelatihan perang kota di kelas gratis yang disediakan oleh Ilya Shadrikov ini. Ilya sendiri adalah mantan kapten elite Layanan Keamanan Federal (FSB) Direktorat 'A'. FSB adalah semacam pasukan khusus yang memiliki kemampuan tempur tinggi.
"Kami melakukan pelatihan militer perkotaan. Bagi kami warga sipil yang belum bertugas di ketentaraan ini bisa menjadi keterampilan yang sangat berguna untuk mempertahankan rumah kami atau jika kami harus dikirim ke garis depan guna mempertahankan tanah air kami," ujarnya.
"Kita harus menang," katanya usai 45 menit berlatih dengan senjata otomatis Kalashnikov. Vladimir tampak berkeringat, dia mengenakan pelindung tubuh yang disamarkan dan helm antipeluru.
Klub yang dikelola mantan kaptebn pasukan khusus ini bernama Yaropolk. Lokasinya berada di Kota Krasnogorsk, utara Moskow.
Dalam waktu singkat klub milik Ilya Shadrikov ini berkembang dan banyak didatangi warga. Ini menjadi salah satu bukti kebangkitan patriotisme Rusia dan Slavia timur yang agresif setelah bertahun-tahun kecewa dengan Barat.
Klub ini berdinding warna putih, biru dan merah sesuai bendera Rusia. Sementara di dalamnya dihiasi dengan poster, termasuk serangkaian gambar oleh anak-anak untuk mendukung perang.
Shadrikov tampak gagah mengenakan seragam pertempuran kamuflase FSB. Dia mengajari warga sipil cara memegang Kalashnikov AK74 dan AK103. Dia juga mengajari menyerang dalam dua kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga orang.
Para peserta juga diajari cara mengevakuasi rekan yang terluka di bawah tembakan musuh. Dan terakhir mereka juga diajari cara menahan musuh.
Klub ini dia dirikan sejak 2011 silam. Ini merupakan cara untuk membantu mempersatukan masyarakat Rusia melawan musuh di dalam dan di luar. "Kami tak bermain-main di sini. Saat awan badai gelap berkumpul di atas Rusia rakyat bersatu," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.
Editor: Ainun Najib