get app
inews
Aa Text
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

Warga Terdampak Minta Dilibatkan Dalam Pembangunan Bandara

Kamis, 25 Januari 2018 - 18:03:00 WIB
Warga Terdampak Minta Dilibatkan Dalam Pembangunan Bandara
Sarasehan dengan tema "Pentingnya Pembangunan Bandara dan Permasalahan yang ada terkait Pembangunan Bandara NYIA" di aula Balai Desa Glagah, Kamis (25/01/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA)  minta ada kearifan lokal dalam pembangunan bandara. Salah satunya pelibatan masyarakat lokal dalam tahapan pembangunan fisik. Warga memandang belum ada ruang yang diberikan PT Angkasa Pura I ataupun PT Perusahaan Perumahan (PP) selaku pelaksana kegiatan fisik.

Salah seorang warga, Agung Supriyanto mengatakan, sejak awal warga dijanjikan untuk diberikan kesempatan dalam tahapan pembangunan bandara. Salah satunya dengan didirikannya koperasi di setiap desa. Hanya saja dalam perjalannya koperasi tersebut sudah untuk berjalan.

PT Angkasa Pura I awalnya menjanjikan akan mengakomodir warga lokal. Namun kenyataanya proses mentok dan semuanya tertutup. Bahkan semua kegiatan tahapan bandara seperti misi rahasia dan warga tidak pernah tahu.

“Janji melibatkan warga untuk tenaga kerja, mana tidak ada,” kata Agung dalam sarasehan "Pentingnya Pembangunan Bandara dan Permasalahan yang Ada Terkait Pembangunan Bandara NYIA" di aula Balai Desa Glagah, Kamis (25/01/2018).

Agung tidak menepis ada sebagian kecil warga yang bisa bekerja. Namun itu sudah melalui tahapan ketiga tidak secara langsung. Padahal banyak pekerjaan kasar, staf sampai penjaga malam yang bisa mempekerjakan warga lokal.“Koperasi harus diberdayakan, harus ada keterbukaan. Masak menjadi penjaga malam saja dimainkan oknum,” tuturnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sudah menyebarkan ribuan kuisioner kepada warga terdampak untuk mempersiapkan kebutuhan lapangan kerja. Bahkan, pemkab juga mengalokasikan dana untuk membuka program pelatihan dan keahlian. Diharapkan warga terdampak bisa memanfaatkan peluang ini agar bisa bekerja dan menekuni usaha di lokasi bandara. “Pelatihan ini disiapkan agar warga tidak menjadi penonton,” ucapnya.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Agus Pandu Purnomo mengatakan, mereka komitmen untuk menyelesaikan semua permasalahan dalam proses pembangunan bandara. Proyek pembangunan harus diselesaikan dan ditargetkan agar bisa dioperasionalkan pada akhir April 2018.

PT Angkasa Pura juga menggelar pelatihan kepada warga terdampak melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Baik pelatihan usaha, maupun pelatihan security.  Bahkan sudah ada lima orang yang bekerja di bagian aviation security (Avsec). "Kita akan bangun help desk, agar setiap permasalahan bisa tersampaikan dan bisa cepat diselesaikan," ujar Agus.   

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut