Wisuda 1.277 Sarjana dan Diploma, Rektor UGM Ingatkan Masih Banyak Tantangan

Kuntadi · Rabu, 22 Mei 2019 - 20:10:00 WIB
Wisuda 1.277 Sarjana dan Diploma, Rektor UGM Ingatkan Masih Banyak Tantangan
Rektor UGM Yogyakarta Panut Mulyono menyalami wisudawan saat mewisuda 1.277 lulusan periode III Tahun Akademik 2018/2019 di Grha Sabha Pramana, Rabu (22/5/2019).   (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mewisuda 1.277 lulusan program sarjana dan diploma. Sebanyak 43 wisudawan di antaranya merupakan sarjana dari daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) dan sembilan diploma.

Rektor UGM Yogyakarta, Panut Mulyono mengatakan, para wisudawan merupakan insan-insan yang sangat cemerlang. Namun tidak boleh lekas berpuas diri dengan pencapaian gelar akademis. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi di kemudian hari. 

“Banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan oleh bangsa ini untuk mencapai kejayaan. Peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) harus kita pacu, industrialisasi harus kita kembangkan, kemajuan teknologi dan inovasi harus kita dorong, dan segudang pekerjaan besar lain menanti saudara untuk ikut terlibat di dalamnya,” kata Panut dalam sambutan wisuda periode III Tahun Akademik 2018/2019 di Grha Sabha Pramana, Rabu (22/5/2019).  

Para pendidik di UGM menyadari tantangan di revolusi industri sekarang ini semakin berat. UGM terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk menjaga semangat kepemudaan yang menjunjung keberagaman dan nilai kemanusiaan, berlandaskan gotong royong, serta berpihak pada rakyat. 

“UGM mempersiapkan pemuda yang memiliki semangat gotong royong, peduli akan rakyat kecil, dan memberikan perhatian pada mereka yang berada jauh dari hingar bingar kemajuan di perkotaan,” ujarnya.

UGM, imbuh Panut, juga mempersiapkan pemuda berkualitas unggul melalui kegiatan socioenterpreneurship serta kurikulum yang memperkaya mahasiswa dengan berbagai soft skill. Di era di mana jenis pekerjaan dan peran SDM senantiasa berubah. 

“Saudara dituntut untuk peka terhadap perubahan dan peluang yang ditawarkannya, karena yang cepat akan mengalahkan yang lamban, dan yang inovatif akan mengalahkan yang statis,” katanya.

Rektor berpesan agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapat selama di kampus bisa menjadi bekal untuk terjun di bidang-bidang yang akan dipilih dan ingin ditekuni. “Kehadiran saudara di tengah-tengah masyarakat bisa memberi arti dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Masa studi rata-rata untuk wisudawan program Sarjana adalah 4 tahun 4 bulan. Waktu studi tersingkat untuk Program Sarjana diraih oleh Jonathan Vira Enjella  dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan lama 3 tahun 4 bulan 11 hari. Sedangkan program D-3 adalah 3 tahun dan untuk Program D-4 adalah 4 tahun 9 bulan.

Waktu tersingkat untuk lulusan Program Diploma diraih oleh Agung Kurniawan dari prodi D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 19 hari.

Masa studi rata-rata untuk wisudawan program Sarjana adalah 4 tahun 4 bulan. Waktu studi tersingkat untuk Program Sarjana diraih oleh Jonathan Vira Enjella  dari Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi,Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan lama 3 tahun 4 bulan 11 hari.

Sedangkan program D3 adalah 3 tahun dan untuk Program D4 adalah 4 tahun 9 bulan. Waktu tersingkat untuk lulusan Program Diploma diraih oleh Agung Kurniawan dari prodi D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 19 hari.

Editor : Kastolani Marzuki