Infografis Ternak di Sleman Dipasang Eartag Kode QR

erfan erlin ยท Sabtu, 17 September 2022 - 23:32:00 WIB
Infografis Ternak di Sleman Dipasang Eartag Kode QR
Infografis ternak di Sleman dipasang eartag kode QR. (Foto: Dok. MNC Portal).

SLEMAN, iNews.id- Pemkab Sleman terus berusaha melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Agar tidak terjadi double vaksin, mereka memberikan tanda pada telinga (eartag) pada ternak yang sudah divaksin. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono mengungkap, penandaan dan pendataan yang dilakukan pada ternak pascavaksinasi menggunakan QR code ini, terhubung secara digital melalui aplikasi yang bernama 'Identik PKH' pada ponsel berbasis android. 

"Aplikasinya sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Play Store," ujar Suparmono, Jumat (16/9/2022). 

Dia menjelaskan, QR code ini diberikan untuk mengidentifikasi ternak-ternak yang telah divaksin melalui kartu vaksin virtual dan dapat dilihat oleh siapapun melalui aplikasi tersebut. Pemasangan eartag bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan. 

Menurutnya, pemberian tanda ini juga untuk mempermudah monitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga mereka tidak perlu lagi mengumpulkan riwayat dari sapi tersebut. 


"Perlakuan itu merupakan upaya Pemkab menindaklanjuti Keputusan Menteri tentang penandaan dan pendataan ternak dalam rangka penanggulangan PMK," ucapnya.

Eartag Secure QR Code yang terhubung secara digital ini juga bagian dari seleksi dalam tata laksana pemeliharaan ternak, dan sebagai identitas ternak (KTP) ternak dengan sasaran ternak yang telah divaksin, ternak yang belum divaksin dan ternak yang tidak divaksin yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. 

"Kali ini kita lakukan di Padukuhan Srunen, Kalurahan Glagaharjo, Kalurahan Cangkringan terhadap sebanyak 100 ekor ternak. Targetnya eartag sebanyak 37.000 ekor," katanya. 

Penandaan ternak ini dilakukan pada hewan rentan PMK seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Gunanya, kata dia untuk mengetahui jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. 

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel: