×
Berita Hari ini - iNews Portal

Keren, Anak Penjual Es Dung-Dung Diterima Kuliah Gratis di UGM

Nani Suherni ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:04 WIB
Keren, Anak Penjual Es Dung-Dung Diterima Kuliah Gratis di UGM
Keren, Anak Penjual Es Dung-Dung Diterima Kuliah Gratis di UGM

YOGYAKARTA, iNews.id - Anak penjual es dung-dung, Rio Hermawan (17) tak bisa menyembunyikan rasa senangnya ketika mengetahui dia diterima kuliah di Departemen Teknik Geologi UGM. Kecintaannya pada ilmu kebumian dan impiannya suatu saat nanti bekerja di perusahaan migas setidaknya terbuka lebar.

“Senang pastinya karena UGM itu kampus impian banyak siswa,” kata Rio dilansir dari website resmi UGM, Selasa (11/8/2020).

Rio diketahui lulus dari SMAN 4 Jayapura. Selama di bangku sekolah dia sering masuk peringkat 10 besar di kelas. Kecintaannya pada ilmu bumi mengantarkan Rio mengikuti berbagai perlombaan. Salah satunya juara dua olimpiade sains nasional tingkat kabupaten.

“Sempat lolos tingkat provinsi tapi tidak lolos ke nasional,” katanya.

Rio mengaku suka membaca buku. Namun begitu, dia memilih meminjamkan buku dari kakak kelas yang sudah tidak terpakai lagi. Untuk jam belajar, Rio mengaku tidak banyak hanya 30 menit.

“Pokoknya cukup 30 menit saja,” katanya.

Diterima kuliah di kampus UGM, Rio mengaku akan belajar sebaik-baiknya agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya. Apalagi dia sudah diajarkan mandiri sejak kecil. Bahkan, setiap hari dia terbiasa membantu ibunya membuat bahan es dung-dung.

“Dari kecil sudah diajari untuk mandiri,” katanya.

Orang tua Rio, Encep Cepi dan Masikah saat ini menetap di Abepura, Papua. Namun, keluarga ini aslinya berasal dari Jawa.

Encep berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sementara sang istrinya berasal dari Demak, Jawa Tengah. Keluarga ini merantau ke Papua tahun 2005, setelah sekian puluh tahun sebelumnya jadi penjual sayur di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta.

Di Abepura, Encep (47) berjualan es puter atau lebih dikenal dengan nama es dung-dung. Setiap harinya, Encep jalan kaki puluhan kilometer mendorong gerobaknya,menyusuri gang-gang di sekitar pinggiran kota Abepura.

Dari berjualan es puter, Encep bisa membawa uang pulang sekitar Rp200.000-Rp300.000. Namun, bila dipotong dari modal, Encep mendapat penghasilan bersih sekitar sekitar Rp120.000-Rp150.000.

“Itu pun jika hari tidak hujan, kalau hujan saya tidak jualan,” katanya.

Encep berjualan dari jam 10.00 dan pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 sore. Encep mengaku sengaja jualan dengan berjalan kaki, sebab jika menggunakan motor maka akan sulit mendapat pembeli. Untuk satu es dung-dung dijual dengan harga R2.000 rupiah.

Meski mengaku dengan berjualan es dung-dung bisa menghidupi keluarga besarnya. Namun, saat mendengar anak kedua diterima kuliah di UGM dengan jalur beasiswa bidikmisi (sekarang KIP). Encep merasa senang karena dia tidak harus banyak mengeluarkan biaya kuliah karena terbantu dengan uang beasiswa.

“Buat saya pribadi sangat senang dan bangga, apa yang diinginkannya tercapai sudah,” kata Encep.

Editor : Nani Suherni

Tag: pedagang | ugm | kuliah gratis
ARTIKEL ORIGINAL