Pabrik Azovstal, perusahaan baja terbesar Eropa di Kota Mariupol, Ukraina. Sebanyak 2.000 tentara Ukraina bersembunyi di lokasi ini. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

MOSKOW, iNews.id – Pasukan Rusia mengepung sebuah pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol. Di lokasi ini ada lebih dari 2.000 pejuang Ukraina yang bersembunyi.  

Pasukan Beruang Merah ini memfokuskan operasinya untuk mengambil alih pabrik itu. Pbarik ini memiliki banyak ruangan bawah tanah.

Hari ini, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan tentaranya untuk membatalkan rencana penyerbuan Azovstal. Dia menginginkan pabrik itu terus diblokade secara tertutup.

“Saya menganggap usulan penyerbuan zona industri itu tidak perlu. Aku memerintahkanmu untuk membatalkannya,” kata Putin memberi perintah kepada Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, seperti dikutip kembali Reuters, Kamis (21/4/2022).

Shoigu sebelumnya memberi tahu Putin bahwa pabrik besar itu memiliki katakomba alias ruang bawah tanah yang besar.

Putin mengatakan, keputusannya untuk tidak menyerbu pabrik Azovstal dimotivasi oleh keinginannya untuk melindungi nyawa tentara Rusia. 

“Tidak perlu naik ke katakomba ini dan merangkak di bawah tanah melalui fasilitas industri ini. Blokir kawasan industri ini agar lalat pun tidak bisa lewat,” ujarnya.

Putin juga meminta para pejuang Ukraina yang tersisa di Azovstal untuk menyerah. Dia mengatakan, Rusia akan memperlakukan mereka dengan hormat dan akan memberikan bantuan medis kepada mereka yang terluka.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. 

DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. Operasi militer Rusia itu mendapat perlawanan sengit dari Ukraina.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT