4. Nabi Yusuf Dibebaskan dari Penjara Mesir
Peristiwa 10 Muharram selanjutnya yakni Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara Mesir pada hari Asyura. Fitnah yang dituduhkan kepadanya mengantarkan Nabi yang berparas rupawan itu ke bilik jeruji.
5. Nabi Yunus Dikeluarkan dari Perut Ikan Paus
Perisiwa 10 Muharram selanjutnya yakni, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus yang melahapnya. Nabi Yunus terjun ke laut setelah merasa bahwa kapal yang ditumpanginya tidak bergerak karena keberadaannya.
Namun, awak kapal enggan membiarkan Sang Nabi tenggelam di lautan. Meskipun demikian, Nabi Yunus bersikukuh sehingga dibuatlah undian, siapa yang terpilih, dialah yang akan ditinggalkan di laut. Namun, nama Nabi Yunus terus yang keluar. Karenanya, Nabi Yunus pun menceburkan dirinya ke laut. Belum sempat menyentuh air, tubuhnya langsung dilahap oleh ikan besar.
6, Nabi Ayub as Disembuhkan Allah dari Penyakit Kulit
Peristiwa 10 Muharram berikutnya yakni Nabi Ayub disembuhkan dari penyakit kulit yang dideritanya selama 18 tahun. Selama mengalami sakit, Nabi Ayub ditinggalkan keluarganya, kecuali istri dan anaknya yang setia merawatnya.
7. Nabi Musa as Selamat dari Kejaran Fir’aun di Laut Merah
Nabi Musa dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat dari kejaran Raja Firaun dan bala tentaranya. Nabi Musa dan kaum Bani israil berhasil menyeberangi Laut Merah. Mereka kemudian memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka di Palestina.
Sejarah Puasa Asyura
Atas peristiwa tersebut, para Nabi kemudian melakukan puasa Asyura pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya.
Nabi Muhammad SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk berpuasa di hari ke-10 ini karena pahalanya sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun.
Dari Ibnu Abbas radiyallahu’anhu mengatakan:
مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ. يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ
Artinya: Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari Asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadan”. (HR Bukhari : 2006).
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa hari Asyura, aku mengharap kepada Allah, puasa ini menghapuskan (dosa) setahun yang telah lewat”. (HR. Muslim : 1162).
Selain puasa Asyura, Muslim juga dianjurkan banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah terutama di Hari Asyura.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait