Dinkes Bantul telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 booster kedua bagi tenaga kesehatan. (Foto ilustrasi: Antara)
Antara

BANTUL, iNews.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 booster kedua bagi tenaga kesehatan. Total ada sekitar 9.000 orang nakes yang telah disuntik vaksin Covid-19 dosis ke empat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Rahardjo mengatakan booster kedua bagi nakes sudah selesai. "Sesuai target kita kemarin selesai di tanggal 11 Agustus, dan sekarang ini kan tanggal 12 Agustus," kata Agus di Bantul, Jumat (12/8/2022).

Menurut dia, jumlah sumber daya manusia SDM kesehatan di Bantul baik yang ada di Dinkes, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), maupun klinik-klinik dan fasilitas kesehatan lainnya sekitar 9.000-an orang.

Meski demikian, kata dia, diakui masih ada sebagian kecil nakes yang belum mendapatkan suntikan vaksin penguat kedua itu, karena pertimbangan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

"Sudah semua, kecuali para nakes yang dalam tanda petik tidak bisa divaksin hari itu, karena beberapa masalah, misalnya habis konfirmasi positif Covid-19, kondisi sakit atau hal-hal yang lain," katanya.

Dia mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 booster kedua bagi nakes di Bantul telah dimulai awal Agustus ini, sehingga di Bantul hanya membutuhkan waktu kurang dari dua pekan untuk merampungkan dosis keempat bagi semua nakes.

"Untuk pelaksanaannya kita distribusikan melalui semua fasyankes, termasuk Puskesmas, jadi kalau nakes itu ada di wilayah Puskesmas, misalnya klinik, apotek dan sebagainya ikut di Puskesmas setempat," katanya.

Pihaknya berharap, dengan telah divaksin booster kedua, dapat semakin menguatkan kekebalan nakes dari paparan Covid-19, mengingat SDM kesehatan itu menjadi garda terdepan dalam penanganan Corona, dan rentan tertular.

"Harapan kita adalah penguatan, booster itu penguatan, menguatkan, jadi logikanya kalau sudah enam bulan atau lebih terjadi penurunan, sementara teman-teman nakes bekerja dengan resiko tertular yang tinggi sehingga diproteksi lebih dahulu," katanya.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT