Ledakan disertai asap hitam menghantam bangunan di Gaza, Palestina, akibat serangan udara Israel, Sabtu (6/8/2022). (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

TEL AVIV, iNews.id - Amerika Serikat (AS) mendukung serangan Israel ke Jalur Gaza. Namun sikap AS  ini berbeda dengan serangan Rusia di Ukraina. AS menentang keras serangan Rusia ke Ukraina.

AS bahkan mengirimkan persenjataan canggih ke Ukraina termasuk sistem rudal HIMARS untuk melawan Rusia. AS juga menginisiasi sanksi ekonomi ke Rusia.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel Tom Nides menegaskan pemerintahannya mendukung serangan ke Jalur Gaza. 

Dia berdalih serangan itu ditujukan kepada orang-orang jahat di Gaza yang mengganggu keamanan Israel.

Israel melancarkan serangan udara pada pekan lalu menewaskan 44 warga sipil, termasuk anak-anak. Serangan jet-jet tempur pasukan Zionis itu menargetkan kelompok Jihad Islam.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel Channel 13, Nides mengatakan pemerintah AS mengetahui situasi yang terjadi di Gaza dan yakin operasi militer Israel pekan lalu bagian dari misi penting.

“Mereka adalah orang-orang jahat. Kami mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri, haknya untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan wilayah ini. Jadi kami mendukung sepenuhnya tindakan tersebut, tindakan Israel,” kata Nides.

Meski demikian Nides mengatakan Gedung Putih tak diberi tahu sebelumnya bahwa Israel akan menyerang Gaza. Namun dia menegaskan itu bukan hal mengejutkan.

“Saya kira kami tak diberitahu sebelumnya, tapi saya kira kami paham begitu serangan itu terjadi. Kami cukup paham, kami mendukung keamanan negara Israel," ujarnya.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan udara beberapa kali mulai Jumat pekan lalu, mengincar Jihad Islam Palestina (PIJ), faksi perlawanan Palestina yang dituduh sebagai perpanjangan tangan Iran.

Jihad Islam membalas dengan menembakkan ratusan roket ke Israel, memicu sirine peringatan dan aktifnya sistem pertahanan Iron Dome.

Serangan kedua pihak berakhir setelah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Mesir. 

Namun gencatan senjata dinodai dengan terbunuhnya dua remaja Palestina dalam serangan pasukan Israel ke sebuah rumah di Tepi Barat. Pembunuhan itu memicu kemarahan kelompok-kelompok perlawanan.

Jihad Islam mengecam serangan itu dan mengancam akan melanjutkan serangan roket ke Israel.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT