Bantul membuka peluang kerja sama dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kreatif. (foto: MPI/ Yohanes Demo)

"Ini namanya ekosistem kreatif nasional dan itu kita tawarkan dari Bantul kita sudah presentasi kepada Pak Menteri Parekraf, ini lho problem industri kreatif tidak hanya Bantul, tapi seluruh Indonesia, belum adanya satu ekosistem yang menjamin keberlangsungan aktivitas itu," ujarnya lagi.

Halim menyebut dalam lima tahun terakhir hingga 2021 nilai ekspor kerajinan di Bantul sebesar Rp9,25 triliun dan pada 2021 nilai ekspor sebesar Rp2,33 triliun.

"Hampir sama atau persis dengan APBD kita, padahal itu uang swasta, Berarti swasta ini memiliki kontribusi kesejahteraan rakyat yang lebih besar daripada anggaran pemerintah," ucapnya.

Menurut dia, pemerintah dalam kaitannya industri kreatif itu hanya regulator, fasilitator, dinamisator, dan penggerak ekonomi kreatif. 

"Pemerintah punya peran, punya tanggung jawab karena ini menyangkut pertumbuhan ekonomi, menyangkut kesejahteraan banyak orang," katanya.


Editor : Ainun Najib

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network