BANTUL, iNews.id - Sebuah lokasi wisata kuliner tradisonal dan cindera mata di kawasan Hutan Pinus Mangunan, Pasar Semi Kakilangit, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY, menggunakan cara bertransaksi yang unik dengan uang kayu.
Pengunjung harus menukarkan uang rupiah dengan uang kayu saat memasuki lokasi Pasar Kakilangit. Uang tersebut kemudian digunakan membeli aneka jajanan dan makanan rakyat tradisional yang sudah jarang ditemui di kota besar. Pengunjung juga dilarang membawa dan menjual makanan modern.
Keunikan cara bertransaksi tersebut, membuat banyak warga Yogyakarta rela datang pagi hari ke pasar kuliner itu. Di sana, pengunjung bisa menikmati makanan tradisional seperti gudeg manggar, nasi pecel, aneka bubur serta jajanan pasar yang sudah langka seperti kicak manis yang terbuat dari tepung gaplek.
“Saya makan tiwul rasanya enak banget apalagi sambil menikmati segarnya udara perbukitan di pagi hari. Bayarnya juga unik pakai uang kayu,” ujar pengunjung pasar kakilangit, Minggu (17/12/2017).
Menurut pengelola Pasar Kalilangit, Ipung Kalang, saat ini baru tersedia 14 lapak milik warga namun jumlah lapak akan ditambah untuk mengantisipasi membludaknya jumlah wisatawan pada liburan Natal dan Tahun Baru 2018.
Dia juga menjelaskan selain aneka jajanan yang menggugah selera, pengunjung Pasar Kakilangit juga dihibur dengan musik trasisional Jawa secara langsung.
“Ini destinasi wisata baru untuk mendongkrak ekonomi warga sekitar kawasan wisata di bidang kuliner dan cindera mata,” kata Ipung.
Ipung menambahkan keunikan cara bertransaksi menggunakan uang kayu sebagai alat pembayaran serta beragamnya kuliner tradisional yang disediakan, diharapkan akan meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan.
“Semoga bisa berkunjung ke kawasan Wisata Mangunan kembali karena sangat jarang sekali kawasan wisata yang menyediakan makanan tradisional,” ucapnya.
Editor : Muhammad Saiful Hadi
Artikel Terkait