Penampakan Masjid Sabilurrosyaad atau dikenal sebagai Masjid Kauman Wijirejo dari depan. Masjid ini merupakan peninggalan murid Sunan Kalijaga, Raden Trenggono yang sudah berusia sekitar 538 tahun. (Foto : iNews.id/Yohanes Demo)

Raden Trenggono mengira suara itu keluar dari kapal milik Portugis. Padahal suara tersebut berasal dari deburan ombak pantai selatan. 

"Selain soal suara tersebut, pada saat disuruh Sunan Kalijaga bertapa, Raden Trenggono masih membawa bekal makanan. Karena dinilai kurang pengalaman maka Sunan Kalijaga memberi sebutan Raden Trenggono dengan Ki Bodho (bodoh)," tuturnya.

Sementara itu, gelar Panembahan diperoleh ketika wilayah Terung, asal Raden Trenggono dikuasai oleh Mataram. Karena rasa hormat Raja Mataram kepada Panembahan Senopati kepada pewaris dan keturunan Adipati Terung, yang tak lain adalah Raden Trenggono. 

Panembahan Senopati kemudian memberikan penghargaan dengan tanah perdikan di sebelah timur sungai Progo sampai Gunung Merapi. Karena memiliki tanah perdikan, Ki Bodho diberi gelar Panembahan.

Haryadi mengatakan, selain bangunan masjid, beberapa warisan budaya dari Panembahan Bodho masih dipertahankan hingga saat ini. Salah satunya adalah takjil bubur sayur lodeh setiap Ramadhan.


Editor : Ainun Najib

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network