Banyak perempuan di Inggris berkeja sambilan sebagai PSK karena lonjakan biaya hidup di negara itu. (Foto Ilustrasi: Ist)
Anton Suhartono

LONDON, iNews.id - Inggris diterpa krisis ekonomi. Biaya hidup pun melonjak drastis. Banyak warga di negara itu yang terpaksa mengurangi makan untuk berhemat sampai mencari tambahan.

Krisis ini terjadi sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari. Saat ini kondisi makin parah dipicu harga bahan makanan dan BBM yang melambung.

Sulitnya hidup di Inggris bahkan membuat para perempuan pekerja swasta terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) untuk mencari uang tambahan.

Ini seperti yang dilakukan Martha, bukan nama sebenarnya. Dirinya adalah salah satu dari sekian banyak perempuan yang menjadi PSK online demi untuk menyambung hidup.

Martha mengaku tak ada pilihan lain. Dia dan perempuan lainnya harus mencari tambahan dengan menjual diri kepada para pria hidung belang. 

Menjadi PSK online yang sudah dilakoninya sejak tahun lalu ini sebagai sambilan dari pekerjaan utamanya di bidang ritel. Meski sudah menjual diri, penghasilannya ternyata tetap tak cukup untuk menutupi biaya hidup.

Martha mengakui pekerjaan sebagai PSK juga tak mudah. Saat ini persaingan semakin ketat karena semakin banyak perempuan yang memilih pekerjaan ini di tengah kondisi ekonomi Inggris yang makin memburuk.

"Orang lain (pesaing) menawarkan diri dengan harga lebih murah karena mereka sangat butuh uang," kata perempuan 29 tahun dikutip dari Reuters, Selasa (18/10/2022).

Penghasilan sebagai PSK turun dalam beberapa bulan terakhir. Kalau dulu dia bisa mendapatkan 250 poundsterling atau sekitar Rp4,4 juta saat ini hanya menjadi sekitar 150 poundsterling atau sekitar Rp2,6 juta.

Di Inggris, PSK merupakan pekerjaan legal, namun memfasilitasinya melanggar UU. Badan amal yang menaungi PSK seluruh Inggris, menyebut peningkatan jumlah perempuan yang baru menjalani pekerjaan ini serta mereka yang kembali.

English Collective of Prostitutes (ECP), jaringan pekerja seks dan mantan pekerja seks, mencatat lonjakan 30 persen orang yang butuh bantuan untuk mulai menjadi PSK sepanjang Juni. 

Lonjakan harga pangan dan energi di Inggris tak sebanding dengan gaji yang diterima kelompok tertentu di negara itu. Hal ini menyebabkan kelompok pekerja Inggris mencari pekerjaan sampingan salah satunya dengan menjadi PSK.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT