Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya, Sabtu (18/12/2021) petang. (Foto: iNews/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan kubah lava Gunung Merapi masih dalam batas kewajaran. Pertumbuhan kubah lava normal dan tidak ada pertumbuhan yang signifikan.  

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, volume kubah barat daya per 24 Desember 2021 sebesar 1,65 juta meter kubik. Volume tersebut untuk Merapi bukan volume yang sangat besar dan masih dalam batas wajar. 

“Pertumbuhan volume kubah lava masih dalam batas kewajaran. Tidak ada yang signifikan,” kata Hanik, Kamis (30/12/2021). 

Selama ini BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi terus melakukan pemantauan secara intensif. Mulai dari pengambilan gambar setiap saat dan menganalisis morfologi dua kubah lava yang baru (kubah barat daya dan kubah tengah) serta lava-lava lama yang ada disekitar kubah-kubah baru tersebut secara terus menerus.

“Selain morfologi, BPPTKG juga menghitung volume kubah,” katanya.

Hanik mengatakan, hasil analisis kubah lava tersebut secara rutin telah disampaikan BPPTKG ke seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat termasuk dalam laporan aktivitas mingguan. Rekomendasi bahaya, sudah ditetapkan sejak Januari 2021 berdasarkan skenario jika kubah tersebut runtuh.

“Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga,” ujar Hanik. 

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah dalam sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah Sungai Woro dan sejauh lima kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Apabila gunung api itu mengalami erupsi eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

"Sampai saat ini, tidak ada perubahan parameter yang signifikan di Merapi. Walaupun demikian, tentunya kita tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi Merapi," katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network