KPA Klaten menggelar pelatiha tekni pijat bagi pelaku pijat untuk mencegha HIV.AIDS. (foto: iNews.id/Saeful Efendi)
Saeful Efendi

KLATEN, iNews.id - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten melakukan kampanye pencegahan HIV/AIDS bagi kalangan pelaku pijat. Mereka diajarkan keterampilan terapi teknik pemijatan tepat. 

“Ada 57 peserta yang ikut dalam pelatihan ini,” kata Sekretaris KPA Klaten Ronny Roekmito, Senin (25/7/2022). 

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap penularan HIV/AIDS. Komunitas pelaku pijat Klaten menjadi salah satu kunci untuk penanggulangan. Harapannya pesan pencegahan HIV/AIDS bisa tersampaikan, minimal mengetahui cara pencegahannya. 

“Kami juga berikan buku saku dan keterampilan teknik memijat dari terapis yang benar,” ujarnya. 

Alumni Fakultas Kedokteran UGM ini mengklaim kasus HIV/AIDS di Klaten menunjukkan gejala peningkatan. Hal itu didasarkan pemantauan petugas di lapangan. Dari beberapa titik panti pijat di jalan utama Yogya-Solo, dilakukan tes oleh relawan dan hasilnya ada 2 kasus positif.  

“Sedangkan data Januari-Juni 2022 saja sudah ada 45 kasus baru HIV/AIDS,” ujarnya.

Terapis dari RS Cakra Husada Klaten, Sumarsono mengatakan  terapi menjadi salah satu pelayanan medis yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 6 Tahun 2015. terapi untuk pemulihan otot yang kelelahan atau sakit. Sedangkan otot melindungi tulang dan berfungsi menjaga keseimbangan. 

“Fungsi pijat tidak saja melancarkan peredaran darah, namun juga bisa menjadi sarana rileksasi. Para pelaku pijat penting mengetahui teknik memijat yang benar,” katanya. 

Ada beberapa teknik memijat, misalnya teknik stroking yakni menekan permukaan kulit untuk tujuan rileksasi. Teknik Shaking itu menggoyangkan permukaan kulit dengan telapak tangan untuk melemaskan jaringan otot, teknik petrisage itu mencubit secara berulang. Selain itu ada juga teknik rolling itu menggulung dengan tangan permukaan kulit

Berdasarkan laporan Sistem Informasi HIV /AIDS (SIHA) korban terjakit HIV/AIDS di Klaten terus meningkat. Sejak 2016, temuan HIV/AIDS selalu menembus angka di atas 100 kasus. Kasus tertinggi ditemukan di 2017 dengan 138 orang dan sedikit menurun di 2021 dengan 103 orang kasus.   


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT