Civitas UNY mencoba ketangguhan Inobike karya mahasiswa Fakultas Teknik UNY dalam mendukung green campus. (foto: doc/UNY)
Kuntadi

SLEMAN, iNews.id - Kalangan civitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mencoba ketangguhan sepeda Inobike karya mahasiswa Fakultas Teknik UNY dalam mendukung terwujudnya green campus. Uji coba massal ini melibatkan 100 peserta yang melibatkan dosen dan mahasiswa Teknik UNY. 

“Sepeda Inobike ini akan digunakan civitas akademika UNY untuk mendukung green campus demi mengurangi emisi gas karbon sehingga lalu lintas di kampus lebih bersih,” Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof Dr Lantip Diat Prasojo, Jumat (7/1/2022). 

Inobike UNY merupakan sepeda yang didesain para mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY yang memiliki lebih ringan dari sepeda biasa. Sepeda ini merupakan bagian 143 sepeda yang dibuat oleh para mahasiswa dan 13 di antaranya merupakan sepeda listrik. Selebihnya merupakan sepeda manual dengan tipe standar dan premium.

“Semua proses pembuatan sepeda ini dilakukan oleh para mahasiswa mulai dari desain rangka, cor, las, potong hingga proses pengecatan,” katanya. 

Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Mesin UNY Apri Nuryanto, mengatakan Inobike merupakan hasil kerja sama antara UNY dengan C Maxi Alloycast dan ED Aluminium. Untuk tipe listrik mampu melaju dengan kecepatan 40 kilometer dalam sekali charge dengan pengisian daya selama kurang lebih 2 jam. 

“Ini merupakan contoh awal riset kerjasama triple helix ABG, yakni Academic dengan UNY sebagai penyedia konsep riset dan SDM, Business dengan industri sebagai pelaku usaha yg menghilirkan inovasi dan government dengan pemerintah sebagai regulator,” ujar Apri.

Sepintas sepeda listrik ini tak berbeda dengan sepeda lainnya. Hanya dilengkapi dengan fitur pedal assist yang bila dikayuh dan sepeda akan bergerak lebih cepat. Dinamo penggerak menggunakan Hi-Speed BLDC 36V 350 W dan Battery Lithium-Ion 36V 6,4Ah 230Wh. Mesin yang digerakkan battery secara otomatis langsung bekerja mendorong sepeda menjadi lebih kencang sehingga membantu pengguna sepeda agar tidak cepat lelah. 

“Sistem pedal assist dapat bekerja dengan baik untuk track jalan yang landai bukan tanjakan,” beber Apri.

Pada bagian stang sepeda, terdapat LCD untuk mengatur kecepatan dengan 5 tingkatan speed. Untuk sementara akan dipakai di kalangan kampus. Namun ke depan akan dilempar ke pasar dengan harga standar Rp4 juta, premium Rp5 juta dan sepeda listrik Rp10 juta.  
 
“Yang membedakan tiap tipe adalah bahan serta spesifikasinya. Saat ini kami sedang proses pembuatan manual book dari tiap tipe agar dapat segera dipasarkan secara luas,” katanya. 


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT