Joko mengatakan untuk bentuk sanksi saat ini memang belum ditentukan, namun pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif.
"Yang jelas kami sudah mempersiapkan langkah jika ada yang menolak vaksin Covid-19, arahnya lebih kepada pendekatan persuasif," katanya.
Dia mengatakan vaksinasi pertama kali di Sleman akan dilakukan kepada Bupati Sleman dan diharapkan dapat diikuti jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) Sleman dan kemudian garda terdepan yakni tenaga kesehatan.
"Rencananya vaksinasi pertama di Sleman juga akan diikuti oleh dr Tirta, selaku penggiat protokol kesehatan Covid-19. Kemudian kepada para tenaga kesehatan di Sleman sebanyak antara 13 ribu hingga 14 ribu tenaga kesehatan," katanya.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait