Sebanyak 1.099 narapidana di DIY mendapatkan remisi kemerdekaan. (foto: antara)
Antara

YOGYAKARTA, iNews.id - Sebanyak 1.099 narapidana yang menjalani masa hukuman di lapas dan rutan di DIY mendapatkan remisi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 274 di antaranya merupakan narapidana kasus narkotika.

“Dari total 1.099 narapidana yang mendapat remisi 274 di antaranya merupakan napi kasus narkoba,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY Imam Jauhari saat konferensi pers di Lapas Wirogunan, Yogyakarta, Senin (15/8/2022). 

Warga binaan yang mendapatkan remisi ini sudah memenuhi beberapa persyaratan, seperti syarat administratif, substantif dan mengikuti program pembinaan dan tidak pernah melanggar melanggar aturan di dalam lapas. 

Selain napi kasus narkotika, sejumlah narapidana khusus lain yang mendapatkan remisi, ada tujuh orang napi kasus pencucian uang, empat napi kasus korupsi, dan satu napi kasus perdagangan manusia.

”Sebanyak 1.070 napi diusulkan menerima remisi khusus (RK) I atau pengurangan sebagian masa hukuman dan 29 orang mendapat RK II atau langsung bebas,” katanya.

Imam mengatakan remisi merupakan pengurangan hukuman. Namun tidak semua warga binaan mendapatkan pengurangan hukuman. Remisi ini bisa diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administrasi, berkelakuan baik, dan mengikuti pembinaan.

Secara simbolis Surat Keputusan (SK) Remisi diserahkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada sembilan kepala lapas/rutan/LPKA se-DIY yang nantinya memberikan langsung kepada para warga binaan pada 17 Agustus 2022.

Sultan HB X menuturkan melalui remisi itu akan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat. Harapannya bisa memperbaiki kualitas hubungan mereka dengan keluarga.

"Karena bagaimana pun seorang narapidana adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga," tutur Sultan HB X.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT