Twitter (foto: ilustrasi)
Yohanes Demo

BANTUL, iNews.id - Akun Twitter Polsek Srandakan Bantul,  @polseksrandakan diduga diretas oleh orang tak dikenal. Akun yang dikelola Divisi Humas Polsek Srandakan itu turut mengomentari sebuah postingan terkait tragedi Kanjuruhan dengan kata-kata kurang pantas.

Setidaknya ada sekitar 3 tweet yang ditinggalkan akun @polseksrandakan di kolom komentar pengguna lain. Awalnya salah satu akun bernama @akmalmarhali20 memposting video yang memperlihatkan suasana tribun penonton dipenuhi asap gas air mata.

Dari postingan itu, akun Twitter @polseksrandakan ikut berkomentar dengan kata yang tidak sepantasnya. 

"Modyarrr (mampus)," tulis akun @polseksrandakan di kolom komentar pada hari Minggu (02/10/2022) sekiar pukul 03.27 WIB.

"Salut pak tentara, musnahkan," tulis akun @polseksrandakan di komentar kedua dalam postingan berbeda.

Menanggapi kabar tersebut, Kapolsek Srandakan, Kompol Sudarsono membenarkan terkait adanya postingan dari akun yang dikelola humas Polsek Srandakan. Pihaknya sudah meminta keterangan dari petugas yang mengelola akun tersebut.

"Kami sudah melacak juga ke anggota pemegang admin dan memang anggota saya dari humas. Kemudian anggota saya itu tidak merasa bahwa dirinya yang menulis komentar," ujarnya.

Ia mengatakan kuat dugaan akun Twitter tersebut menjadi incaran pembajakan oleh orang tidak dikenal. Namun untuk menguji kebenaran itu, pihaknya sudah menyerahkan kasus ini ke Polres Bantul.

"Yang bersangkutan sudah diperiksa oleh Propam Polres Bantul. Karena itukan bukan pernyataan kesatuan, jadi ada kelalaian dari oknum anggota saja," ujarnya.

Kemungkinan adanya pembajakan sangat mungkin. Apalagi sandi akun Twitter resmi milik Polsek Srandakan ssudah lama tidak diperbaharui.

Terkait permasalahan ini, Polsek Srandakan meminta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu. Ia juga turut memberikan pesan belasungkawa kepada keluarga korban pada insiden kericuhan di stadion Kanjuruhan, Malang Sabtu kemarin.

"Terhadap para korban, keluarga yang tertimpa musibah itu kami secara pribadi maupun kesatuan di Polsek Srandakan ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Dan terhadap pernyataan di media sosial itu entah itu benar atau salah, karena anggota saya sedang diperiksa, saya secara pribadi juga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang sudah keluar di media sosial," ujarnya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT