Pria di Beirut, Lebanon menyandera pegawai bank karena dipersulit saat akan menarik uang tabungannya. (Foto: CNN)
Umaya Khusniah

BEIRUT, iNews.id - Gegara dipersulit saat hendak mengambil uang tabungannya di bank, seorang pria di Beirut, Lebanon menyandera pegawai bank. Aksi pria itu  justru mendapat banyak pujian warga dan menyebutnya seorang pahlawan. 

Pelaku awalnya datang ke bank untuk mengambil uang simpanannya. Uang itu akan digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit keluarganya.

Namun permintaan itu dipersulit. Akhirnya, pria itu pun menyandera beberapa orang selama lebih dari enam jam. Dia membawa senjata dan bensin mendatangi bank untuk meminta uangnya. 

Untuk diketahui, bank-bank di Lebanon telah menetapkan aturan ketat tentang berapa banyak uang yang dapat diambil nasabah. Ini dipicu kondisi Lebanon yang tengah dilanda krisis ekonomi yang hebat. 

Dilansir dari BBC pada Jumat (12/8/2022), aksi kejahatan itu justru mendapat dukungan publik. Mereka dengan sorak-sorai berkumpul di luar.

 "Kamu adalah pahlawan," teriak mereka.

Dilansir dari TV LBC, kebuntuan itu akhirnya berakhir dengan damai. Negosiator mencapai kesepakatan yang memungkinkan pria itu dapat mengambil 35.000 dollar AS atau Rp 513 juta) dari tabungannya. 

Polisi mengawal para sandera dan tersangka dari cabang Bank Federal dekat Jalan Hamra, di barat kota.

Keluarga tersangka sangat membutuhkan tabungan mereka. Pasalnya, beberapa anggota keluarganya saat ini tengah dirawat di rumah sakit. 

"Saudara laki-laki saya memiliki 210.000 dollar AS atau Rp3 miliar di bank. Dia hanya ingin mengambil 5.500 dollar AS atau sekitar Rp80 juta untuk membayar tagihan rumah sakit," kata saudara laki-laki tersangka kepada wartawan.

Istri serta saudara laki-laki pelaku yang berada di luar bank mengatakan, setiap orang harus melakukan hal yang sama untuk mendapatkan akses kepada hak mereka. 

Kemarahan meluas di Lebanon terkait kontrol ketat atas rekening bank nasabah. Peraturan itu berlaku mulai 2019. Ada juga pembatasan transfer uang ke luar negeri.

Negara ini berada di tengah-tengah salah satu krisis ekonomi paling parah di dunia saat ini. Biaya hidup melonjak dan ada kekurangan gandum dan obat-obatan.

Sebelumnya pada bulan Januari, seorang nasabah yang marah menahan  puluhan sandera di sebuah bank di lembah Bekaa. Dia pun menuntut agar uangnya bisa diambil dalam dollar AS.

Para deposan menginginkan uang mereka. Sayangnya kemarahan mereka meledak di hadapan karyawan bank karena mereka tidak dapat menemui manajemen. 

Mata uang lokal Lebanon telah kehilangan lebih dari 90 persen nilainya sejak awal krisis ekonomi Lebanon. PBB mengatakan empat perlima penduduknya hidup dalam kemiskinan.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT