Tradisi ini mencerminkan semangat untuk memulai Muharram, bulan yang mulia dalam kalender Islam, dengan hati yang suci dan niat yang baik.
Tradisi minum susu putih tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga dapat dijalankan bersama keluarga, santri, murid, atau komunitas sekitar. Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki dikenal membagikan susu putih kepada para santrinya sebagai bentuk kebersamaan dan doa agar semua yang hadir mendapatkan berkah di bulan Muharram. Dengan melibatkan komunitas, tradisi ini tidak hanya memperkuat dimensi spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi.
Asal Usul Tradisi Minum Susu 1 Muharram
Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Al-Habib Quraisy Baharun dilansir dari kajiannya mengatakan, As-Sayyid Muhammad Bin Alawy apabila masuk 1 Muharram beliau membagikan susu kepada santri-santrinya.
Tujuannya untuk menyebarkan keberkahan dan mengajarkan nilai-nilai kebersamaan. Tradisi ini menjadi simbol harapan agar tahun baru Islam diisi dengan amal kebaikan, kemurnian hati, dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Tradisi minum susu putih di malam 1 Muharram merupakan amalan yang sarat makna, melambangkan kesucian dan awal yang baru dalam tahun Islam. Berasal dari praktik Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki, tradisi ini mengajak umat Islam untuk memulai Muharram dengan doa, kebersamaan, dan niat yang tulus. Dengan membaca doa khusus dan melibatkan keluarga atau komunitas, amalan ini menjadi wujud syukur dan harapan akan keberkahan di bulan yang penuh keistimewaan ini.
Itulah ulasan doa minum susu 1 Muharram bagi umat Islam. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait