Presiden Organization of Islamic Youth, Syafii Efendi bersama generasi muda Bantul. (Foto MPI/erfan Erlin)
erfan erlin

YOGYAKARTA, iNews.id- Presiden Organization of Islamic Youth, Syafii Efendi menghimbau generasi muda di Indonesia menyiapkan mental baru usai melewati masa pandemi Covid-19 agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Menurtanya generasi muda harus selalu mencari dan menciptakan peluang. 

"Banyak generasi muda yang belum berpikir bagaimana menjadi opportunity hunter atau pencari peluang," kata dia, Sabtu (26/11/2022) saat di Yogyakarta.

Menurutnya, generasi muda harus mengubah mindsetnya untuk menghadapi kesalahan dan kegagalan. Sehingga paska pandemi ini banyak hal yang harus digeser karena memang terjadi perubahan lingkungan selama pandemi Covid-19 ini.

Tak hanya itu, dia menilai saat ini banyak anak muda yang mentalitas tidak berani menjadi pemimpin. Mindset itu harus dirubah sejak sekarang sehingga nanti mereka harus siap jika sewaktu-waktu ditunjuk menjadi pemimpin.

"Banyak hal yang berubah selama pandemi Covid-19. Lihat saja fasilitas zoom, meskipun pada dasarnya juga omong kosong juga artinya nggak kepakai juga zaman sekarang itu tapi mengganggu,"kata dia. 

Perubahan-perubahan tersebut mengganggu semuanya, mengganggu karakter orang, mengganggu karakter pasar termasuk mengganggu mereka para pengusaha dan para pemilik bisnis serta para pemimpin.

"Generasi mudah harus menjadi changer kalau tidak maka kita tetap akan jadi pemain dan isinya cuman seremonial jadi kalau mau jadi game changer kita start dari mindset,"ujarnya.

Menurutnya revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi memang sudah benar. Hanya saja aplikasi di birokratnya yang lemah untuk eksekusi apa yang menjadi kebijakan presiden Jokowi.

Syafii menambahkan pada 2045 nanti atau tepatnya 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan terbesar di dunia. Targetnya generasi muda saat ini mampu berperan ke depannya.

"Potensi Indonesia sangat besar sekali yang tidak bisa dimiliki negara lain. Itu yang harus kita tangkap," ujar dia.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT