Pelaku penggelapan sepeda motor tertunduk saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolsek Pleret, Kamis (24/11/2022). (Foto : MPI/Yohanes Demo)
Yohanes Demo

BANTUL, iNews.id- Seorang residivis warga Banguntapan, Bantul CS (34) alias Cepu tampaknya belum jera meski sudah pernah dipenjara. Cepu harus kembali mendekam di balik jeruji lantaran terlibat kasus penggelapan sepeda motor di wilayah Pleret.

Kapolsek Pleret, AKP Tukirin menjelaskan, pelaku merupakan residivis penadah barang curian. Pada tahun 2018, Cepu sempat di tahan di rumah tahanan (rutan) Boyolali, Jawa Tengah selama satu tahun.

"Baru keluar tahun 2019," kata AKP Tukirin kepada media saat acara jumpa pers di Mapolsek Pleret, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut, AKP Tukirin menjelaskan kasus tersebut bermula pada bulan Agustus lalu, Cepu menyewa sepeda motor milik rekannya. 

"Awalnya menyewa satu minggu dan berjalan lancar, dengan uang sewa Rp 490 ribu,"  ujarnya.

Kemudian, satu minggu berselang, Cepu berniat akan memperpanjang masa sewa kendaraan. Hal tersebut pun disetujui oleh pemilik rental dengan biaya sewa sebesar Rp400.000, dengan kendaraan yang berbeda.

"Pertama sewa motor Honda Genio, terus pemilik rental minta tukar kendaraan Honda Beat yang kemudian digadaikan oleh pelaku," ujarnya.

Kemudian pada tanggal 27 Agustus 2022, pelaku justru menggadaikan motor sewaan Honda Beat Nopol AB 3656 HI senilai Rp2,7 juta kepada warga Imogiri. Lama tak ada kabar, pemilik sewa pun merasa curiga jika motor yang ia sewakan telah dibawa kabur oleh pelaku.

Kemudian, pada tanggal 11 Oktober 2022 korban melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Dari laporan tersebut, polisi langsung bergerak dan melakukan penyelidikan.

"Tanggal 16 November kami mendapatkan barang bukti sepeda motor tersebut," ucapnya.

Penyelidikan pun terus dilakukan, hasilnya pada tanggal 27 November pihaknya berhasil menangkap pelaku di kontrakannya di Desa Sokolelo, Surabaya, Jawa Timur. Oleh polisi, pelaku langsung di gelandang ke Mapolsek Pleret.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, pelaku terpaksa menggadaikan motor tersebut dengan alasan ekonomi. Uang hasil gadai tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar utang.

Akibat perbuatannya itu, Cepu dikenakan pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT