Ghania Taufika Salma Wibowo, siswa kelas XI SMA 8 menjadi salah satu personel Paskibraka mewakili DIY. (Foto : Ist)
erfan erlin

YOGYAKARTA, iNews,id- Ghania Taufika Salma Wibowo, siswa kelas XI SMA 8 menjadi salah satu personel Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibraka) mewakili DIY. Dia ternyata mengantongi segudang prestasi bahkan hingga ke tingkat internasional sejak SD.

Ibunda Ghania Taufika Salma Wibowo, Setyawati menuturkan, anaknya lebih senang dipanggil Salma. Dia saat ini dipercaya menjadi petugas penurunan bendera. Dia berada di pasukan 8 tepat di belakang pembawa baki bendera Pusaka Merah Putih.

"Kemarin ada 4 kandidat dan Alhamdulillah dia yang terpilih," tutur Watik saat dihubungi melalui nomor pribadinya, Rabu (17/8/2022). 

Watik menambahkan, lahir pada tanggal 30 Desember 2006 di Gunungkidul. Kemudian setelah TK melanjutkan pendidikan di SD Muhammadiyah Al Mujahidin dan kemudian SMP N 1 Wonosari. Setelah lulus SMP memutuskan untuk hijrah ke Kota Yogyakarta untuk mendaftar di SMA N 8 Yogyakarta. 

Salma kini tingga bersama Pakdenya di Kemantren Mantrijeron Kota Yogyakarta dan hanya sesekali pulang ke Padukuhan Bansar Kalurahan Kepek Kapanewon Wonosari Gunungkidul. 

Anak bungsu dua bersaudara dari pasangan Setyowati dengan almarhum Wibowo ini selalu menyempatkan pulang ke Gunungkidul di tengah segudang kegiatan yang diikutinya.

"Sejak SMP memang dia berkeinginan sekolah di SMA 8 Yogyakarta. Jadi ya saya mendukung saja," ujar dia. 

Watik mengungkapkan, anaknya tertarik dunia baris berbaris dan Paskibraka sejak tahun 2015 yang lalu. Saat itu, ia melihat kakak sepupunya menjadi anggota Paskibraka Provinsi. Setelah itu, timbulah keinginan Salma untuk mengikuti jejak kakak sepupunya.

Keinginannya yang kuat menjadi anggota Paskibraka sehingga iapun mengikuti kegiatan Pleton Inti (Tonti) sejak masih di SMP. Setelah pindah ke SMA 8 Yogyakarta dan tinggal di kota tersebut. Dan akhirnya, Salma turut mendaftarkan diri ketika ada pendaftaran calon anggota Paskibraka. "Alhamdulillah lolos hingga ke tingkat nasional ini," ujarnya.

Selain menjadi anggota Paskibraka yang membanggakan, ternyata Salma sudah mengharumkan nama keluarganya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kelas 4 SD, dia telah berprestasi dalam bidang tenis lapangan bahkan prestasinya sampai ke tingkat internasional.

Menurut Watik, anaknya memang memiliki rasa antusiasme yang tinggi untuk meraih sesuatu yang besar. Jika memiliki keinginan maka bocah tersebut pantang mundur dan terus menggapai cita-citanya. Seperti menjadi anggota Paskibraka ini, dia berjuang sendirian.

"Saya tidak pernah mendampingi dia secara langsung. Saya hanya mendampinginya dari Wonosari (Gunungkidul). Ibaratnya dia berjuang sendiri di Kota Yogyakarta. Keluarga memang selalu support, termasuk keluarga kakak saya," ujarnya.

Di SMA N 8 Yogyakarta, ternyata aktivitas Salma cukup banyak. Salma terpilih menjadi ketua OSIS, kemudian menjadi duta debat bahasa Inggris dan ikut turnamen bola basket (DBL) mewakili SMA N 8 Yogyarta. Sejak kecil dia memang suka berolahraga, meskipun basic-nya adalah tenis lapangan.

Watik menambahkan, mental berjuang tak pantang menyerah yang dimiliki Salma ternyata berasal dari Tenis Lapangan. Karena ternyata di bidang tenis lapangan tersebut, mental Salma dididik untuk kuat sehingga menjadi  berani mencoba semuanya.

Watik mengungkapkan, anaknya sangat ingin nanti bisa kuliah di Fakultas Hukum UGM atau diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) karena dia bercita-cita ingin menjadi diplomat.

Watik tetap berharap kepada Salma, dengan prestasi dia dapat saat ini akan menjadikan dia lebih dewasa, lebih matang untuk mencapai cita-citanya, akan lebih percaya diri.

"Saya selalu men-suportnya dengan doa. Dan selama ini apa yang menjadi keinginan salma selau saya support. Karena keinginan Salma itu ternyata mirip keinginan saya, menjadi anggota paskibraka," ujarnya.

Saat ini, Watik kini tengah menemani anaknya di Istana Negara untuk menjalankan tugas kenegaraan. Sejak tanggal 15 Juli 2022 yang lalu, anaknya telah menjalani karantina di Jakarta. Watik mengaku sangat bahagia dan terharu karena karena salma mencapai ini benar-benar perjuangan sendiri.

Kepala SMAN 8 Yogyakarta, Sri Suyatmi menambahkan Salma merupakan salah satu siswa yang menonjol di sekolahnya. Oleh para guru, Salma dikenal sebagai siswi yang cerdas. Salma masuk ke SMA 8 Yogyakarta bukan melalui jalur zonasi, melainkan dari jalur prestasi.

"Kemarin sebelum berangkat dia memang ingin membawa baki bendera pusaka," tutur dia. 


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT