KULONPROGO, iNews.id – Sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menggangu operasional penerbangan nasional. Sebanyak 15 penerbangan rute Cengkareng (CGK) di Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, dibatalkan pada Senin (7/9/2026).
Jumlah tersebut menambah deretan pembatalan jadwal penerbangan di Bandara YIA setelah pada hari sebelumnya, Minggu (6/9/2026), sebanyak 30 penerbangan rute serupa juga batal mengudara.
General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin mengatakan, masih menyesuaikan operasional seiring dinamika sebaran abu vulkanik di ruang udara.
"Pada hari Minggu, 6 September 2026, terdapat 14 penerbangan kedatangan dan 16 penerbangan keberangkatan rute Cengkareng yang batal. Sedangkan hari ini, Senin 7 September 2026 hingga pukul 10.40 WIB, tercatat 7 penerbangan kedatangan dan 8 penerbangan keberangkatan rute CGK mengalami pembatalan," ujar Muhammad Thamrin di Kulonprogo, Senin (7/9/2026).
Meskipun belasan penerbangan rute Jakarta terdampak, pengelola memastikan secara umum operasional Bandara YIA tetap berjalan lancar untuk rute-rute penerbangan lainnya.
Mengantisipasi dampak penghentian operasional di sejumlah bandara lain akibat abu vulkanik, PT Angkasa Pura Indonesia menyiagakan Bandara YIA sebagai bandara alternatif (alternate airport).
Jam operasional reguler YIA yang semula berlangsung dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB siap ditingkatkan menjadi 24 jam nonstop apabila terjadi kondisi darurat atau kebutuhan pengalihan lalu lintas udara (divert).
Editor : Kastolani Marzuki
penerbangan dibatalkan bandara yogyakarta international airport abu vulkanik gunung anak krakatau
Artikel Terkait