Marsono mengaku penasaran sebab di rumahnya ada beberapa adegan yang diambil oleh sutradara berada di rumahnya. Seperti ketika Mbah Dukun menerima kedatangan Pak Prabu dan juga peserta KKN kemudian disuguhi kopi. Juga adegan minum kopi pahit terasa manis kemudian adegan peserta KKN bercengkarama di ruang tengah. Berbagai properti yang ada di rumahnya pun digunakan untuk film tersebut
"Jadi ya penasaran to, apalagi lorong samping rumah juga digunakan syuting film," ujarnya.
Dukuh Ngluweng, Istri Rahayu mengaku ia dan warga Ngluweng lain juga sangat penasaran dengan film tersebut. Beberapa warga sebenarnya sudah berusaha untuk datang ke bioskop-bioskop yang ada di kota Yogyakarta namun mereka tidak kebagian tiket
Oleh karenanya, warga menagih janji kru dan produser film KKN di Desa Penari yang akan mengajak mereka menyaksikan film tersebut secara bersama-sama.
Sebab para kru film dan produsen ada yang berjanji akan mengajak warga Ngluweng yang membantu proses syuting dan figuran ke bioskop nonton film gratis.
"Tapi sampai filmnya viral ternyata belum diajak. Tapi kami maklum mungkin mereka lupa karena jadwal pemutarannya mundur terus karena pandemi,"katanya.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait