Muhammad Ayyub Al-Fatih menjadi lulusan termuda Sarjana Terapan UGM pada usia 20 tahun setelah menyelesaikan studi di Program Studi Perbankan Sekolah Vokasi UGM. (Foto: UGM)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kisah inspiratif datang dari Muhammad Ayyub Al-Fatih, mahasiswa Program Studi Perbankan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia menyandang gelar Sarjana Terapan dan menjadi lulusan termuda di antara 672 wisudawan periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM.

Ayyub menyelesaikan pendidikannya di usia 20 tahun 1 bulan 13 hari. Capaian tersebut menjadi pencapaian istimewa, mengingat rata-rata usia lulusan Program Sarjana Terapan UGM pada periode wisuda kali ini mencapai 22 tahun 6 bulan 15 hari.

Baginya, predikat lulusan termuda bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari proses panjang, disiplin dan komitmen yang dibangun sejak awal kuliah.

Ayyub, sapaan akrabnya, mengaku keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama orang tua yang selalu memberikan motivasi selama menjalani pendidikan. Dorongan tersebut membuatnya mampu menentukan prioritas dan menjaga fokus agar bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Meski demikian, perjalanan Ayyub bukan tanpa tantangan. Salah satu fase tersulit yang dihadapi adalah saat menyusun tugas akhir. Dia harus mencari referensi lebih awal agar memahami tahapan yang harus dilalui.

“Aku tahu tujuan awalku. Aku mau lulus tepat waktu, jadi aku harus dedikasikan waktuku lebih, khususnya dalam penyusunan tugas akhir,” kata Ayyub dikutip dari laman UGM, Jumat (28/8/2026).

Bagi Ayyub, target lulus cepat bukan berarti hanya menghabiskan waktu di ruang kuliah. Dia tetap aktif mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan di luar akademik.

Ketertarikannya pada dunia finansial membawa Ayyub bergabung dengan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) di Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM. Selain itu, dia juga mengambil pekerjaan paruh waktu di Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, khususnya dalam divisi yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.

Pengalaman tersebut membuatnya tidak hanya mendapatkan ilmu teori, tetapi juga memahami bagaimana pengetahuan finansial diterapkan dalam kehidupan nyata.

Pada 2023, Ayyub juga mengikuti Trading Competition yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bersama rekannya, ia berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi tersebut.

“Selama bangku perkuliahan, kita kan hanya mendapat teori. Lewat ikut kegiatan-kegiatan seperti ini, aku bisa mendapat pengalaman praktis,” katanya.

Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Perbankan, Ayyub kini ingin melanjutkan langkahnya ke dunia profesional. Dia tertarik mengembangkan karier di bidang perpajakan. Ketertarikan tersebut juga didukung dengan sertifikasi perpajakan yang telah ia ambil sebelum menyelesaikan pendidikan.

Berbekal ilmu yang diperoleh selama kuliah dan sertifikasi yang dimiliki, Ayyub mulai mencari peluang kerja yang sesuai dengan bidang tersebut.

“Sekarang, aku ingin mencoba pengalaman bekerja di bidang perpajakan secara langsung terlebih dahulu,” ucapnya.

Sebagai lulusan termuda UGM, Ayyub berpesan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan selama menjalani pendidikan. Kesempatan belajar di UGM merupakan sebuah keberuntungan yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, waktu selama kuliah harus dimanfaatkan dengan baik.

“Jangan sia-siakan waktu yang berharga ini. Pandai-pandai pilih teman, gunakan waktu sebaik mungkin, dan juga nikmati perkuliahannya,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network