Sang adik pun dinilai penurut dan tidak mengganggu proses belajar mengajar. "Jadi ketika ibunya mau kemoterapi dia kerepotan kalau harus membawa puteranya yang masih kecil. Ketika diminta menjaga adiknya di rumah, Raela tidak mau karena takut ketinggalan pelajaran, terus ibunya datang ke sekolah memohon izin Raela sekolah membawa adiknya dan kami mengizinkan," ujar Pri Hastuti.
Sementara itu, Rubiyanti mengaku kesulitan mengasuh ketiga anaknya di tengah kondisi kesehatan yang menurun dan keterbatasan ekonomi.
"Radioterapinya 30 kali. Sekarang tinggal 20 kali lagi," ucap Rubiyanti.
Sebagai buruh pembungkus minuman kemasan, penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meski memiliki jaminan kesehatan, biaya perjalanan ke rumah sakit yang mencapai Rp200.000 per hari hanya bisa ditutupi melalui donasi.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait