Senjata itu dirancang untuk menghancurkan pasukan dan peralatan, pertahanan udara, pos komando dan komunikasi, serta menebar ladang ranjau.
Ukraina sejauh ini juga sudah menerima meriam howitzer self-propelled Panzerhaubitze 2000 dari Jerman.
Lambrecht juga mengumumkan pengiriman lima unit sistem roket anti-pesawat Gepard.
Ukraina sebelumnya menyatakan membutuhkan 1.000 meriam howitzer, 500 tank, dan 1.000 drone, selain senjata berat lainnya untuk melawan pasukan Rusia.
Negara-negara yang sudah memasok Ukraina dengan sistem artileri adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Norwegia dan Polandia.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait