Ruko ini menempati lahan seluas 1.869 meter persegi dan diperkirakan rampung pada akhir tahun 2021. Keberadaan ruko bandara disebut juga akan memberikan kontribusi bagi masyarakat Temon karena dikelola dengan sistem kerjasama dan bagi hasil.
“Perusahaan kami tidak hanya mengejar bisnis, tetapi juga memberikan benefit bagi masyarakat," sebut Ulinnuha.
Sementara, Bupati Kulonprogo Sutedjo berharap agar pembangunan proyek ruko bandara tersebut bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan potensi di wilayah sekitar proyek.
“Peluang usaha seperti ini harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait