YOGYAKARTA, iNews.id – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyiapkan draf Rancangan Undang-Undang Sistem Inovasi Nasional (RUU Sinas) untuk melindungi para periset dan inventor.
Menristekdikti M Nasir mengatakan, Indonesia saat ini belum memiliki arah pengembangan inovasi yang terarah. Selama ini, kalangan akademisi dari berbagai kampus hanya melakukan inovasi sesuai kebijakan rektor yang sifatnya sesaat. Karena itu, butuh adanya sistem inovasi nasional (sinas) yang dipayungi dengan regulasi berupa undang-undang.
“Kita butuh RUU Sistem Inovasi Nasional,” kata M Nasir di sela-sela membuka pameran inovasi berbasis teknologi “Inovator, Inovasi, Indonesia Expo (iE3) di Jogja City Mall Yogyakarta, Kamis (25/10/2018).
Menurut Nasir, sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan draf rancangan undang-undang Sinas. Dalam draf itu juga terdapat masterplant yang akan menjadi arah inovasi nasional. Sehinga nantinya setiap kampus akan memiliki keseragaman dalam pengembangan riset dan inovasi.
Nasir menyebutkan, dalam masterplant itu, disusun Balitbang yang ada di kementerian. Setidaknya ada 10 bidang yang akan menjadi bagian dari pengembangan inovasi dan riset.
Pertama, adalah bidang pangan dan pertanian yang di dalamnya juga terdapat teknologi pengembangan. Sistem pertanian harus mampu meningkatkan produktivitas. Padi misalnya yang hanya enam ton per hektare harus mampu meningkat hingga minimal 7 ton.
Kedua, merupakan bidang kesehatan dan obat-obatan, ketiga bidang ICT (informasi, komunikasi dan teknologi. Selanjutnyua bidang material, Tranportasi dan perhubungan baik darat, laut maupun udara.
Selain itu, bidang teknologi pertahanan, bidang energi baru dan terbarukan, maritim, Bidang Disaster Managemen (Bencana alam), serta bidang sosial humaniora kultur dan pendidikan. “Startup yang berhasil dari 10 bidang ini nantinya akan kita kirim ke luar negeri untuk ikut di ajang international,” katanya.
Pameran inovasi berbasis teknologi “Inovator, Inovasi, Indonesia Expo (iE3) ini menampilkan 247 stan yang merupakan hasil inovasi dari berbagai inovator dari berbagai kampus di Indonesia.
Mereka menampilkan berbagai produk yang sudah bisa dipasarkan di masyarakat umum. Bahkan produk yang dipamekan ini omsetnya sudah ada yang mencapai ratusan juta setiap bulannya.
Di antara produk ini berupa sate ambal yang dikemas dalam packaging yang menarik dan mampu bertahan hingga enam bulan. Berbagai krim kesehatan, pil kontrasepsi KB pria, hingga suplemen. Selain itu, ada pengembangan minyak kelapa sawit yang mampu diprosuksi menjadi sebuah helm, alat deteksi parkinson, alat deteksi gerakan bagi tunarungu wicara hingga beberapa produk IT.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait