Kader PMII bersama tokoh masyarakat Gunungkidul deklarasikan diri tolak radikalisme. (Foto : MPI/erfan erlin)
erfan erlin

GUNUNGKIDUL, iNews,id- Kader PMII mendeklarasikan diri memerangi radikalisme. Mereka siap di garda terdepan dalam menanggulangi upaya-upaya radikalisme yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Ketua PMII Cabang Yogyakarta, Sayid Habiburrohman mengatakan PMII adalah kegiatan kemahasiswaan, ke-islaman yang muaranya adalah ke-Indonesiaan. Sebagai organisasi mahasiswa Islam Indonesia yang berlandaskan Pancasila maka mereka harus merawat dan menjaga NKRI.

"Dengan merawat menjaga NKRI dari paham radikalisme maka ideologis mahasiswa harus terjaga dari paham radikalisme,"tuturnya saat pembukaan Latihan Kader Lanjutan se-Indonesia di Wanagama, Playen, Jumat (22/7/2022).

Pada pelatihan ini setidaknya 49 cabang PMII dari 6 provinsi yang turut hadir. Pelatihan kini dikemas berbeda karena membuka era di mana anggota di luar bisa mengikuti pelatihan sehingga pelatihan ini bersifat tidak terbatas.

PMII sebagai organisasi kaderisasi menjunjung tinggi profesionalitas dan aderisasi merupakan jantungnya organisasi. Tujuannya adalah menciptakan kader terbaik 2045 I bangsa indonesia mengalami bonus demografi di mana usia muda akan mendominasi.

"Kepemimpinan nasional banyak yang berasal dari PMII. Dan kaderisasi perlu tonggak keberlangsungan organisasi. Termasuk memerangi radikalisme," ujarnya.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, saat ini isu radikalisme akan sangat mudah mengancam kaum muda. Oleh karenanya, mahasiswa harus ikut hadir membantu perangkat pemerintahan dalam menangkal penyebaran paham intoleransi dan radikalisme.

Sebagai generasi muda berpendidikan, mahasiswa dituntut agar aktif dalam menjaga stabilitas keamanan negara dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan positif dan menghindari hal-hal menyimpang. Mahasiswa harus ikut hadir dalam menjaga keutuhan NKRI. 

"Kita akan mendukung apabila kegiatannya positif," ujarnya saat menghadiri pembukaan pelatihan kader lanjut PC PMII DIY di Hutan Wisata Wanagama, Playen, Jumat (22/07/2022) kemarin.

Menurutnya, para generasi muda khususnya mahasiswa agar ikut mengambil bagian dalam upaya kontra narasi dari paham yang mengarah pada berkembangnya bibit intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI. PMII sebagai organisasi berbasis ilmu Islam harus bisa memberikan pengetahuan agama yang baik kepada para kader agar tidak salah dalam mengambil tindakan.

Ia menyebut, bahwa banyak yang bisa dikolaborasikan serta disinergikan dengan organisasi kemahasiswaan. Mengingat, penyebaran paham radikalisme saat ini telah masuk di lingkungan perguruan tinggi.

"Tentu kita juga akan melakukan pembinaan terhadap generasi muda supaya untuk mencegah hal-hal yang menyimpang," kata dia.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT