Anggota Polda DIY dilatih kemampuan dalam menghadapi bencana alam di EWaduk Sermo, Kulonprogo. (Foto: istimewa)
Kuntadi

KULONPROGO, iNews.id - Polda DIY membekali anggotanya dengan kemampuan dalam penanggulangan bencana. Pelatihan ini dirasa sangat penting karena kondisi geografis DIY cukup rawan bencana alam

Wilayah yang rawan bencana ini merata di lima kabupaten/kota. Di Kabupaten Sleman rawan dengan bencana Gunung Merapi, angin kencang dan sebagian longsor. Sedangkan di Kulonprogo dan Gunungkidul rawan banjir dan tanah longsor. Sementara di Bantul dan Kota Yogyakarta rawan banjir, angin kencang dan gempa. 

"Wilayah DIY memiliki potensi terjadinya bencana alam, maka seluruh personel Polda DIY wajib menjadi garda terdepan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang memberi rasa aman kepada masyarakat khususnya terkait bencana alam," kata Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, saat membuka pelatihan Peningkatan Kemampuan Penanggulangan Bencana bagi personel Polda DIY di Waduk Sermo, Kulonprogo, Sabtu (26/11/2022). 

Langkah antisipasi harus disiapkan dengan mengasah kemampuan personel di bidang SAR. Anggota Polda DIY harus memiliki mental yang baik dan mampu mengoperasionalkan peralatan yang dimiliki dan siap sedia, kapan dan dimanapun ditugaskan.

"Latihan ini sangat tepat, dan perlu diupayakan untuk terus dilaksanakan baik internal di kesatuannya, maupun secara terpadu lintas kesatuan dan instansi lain," tuturnya. 

Kapolda meminta seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi yang diberikan instruktur harus dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas khususnya melakukan upaya mitigasi bencana secara cepat dan tepat.

Dalam pelatihan ini peserta diberikan pelatihan, bagaimana mengevakuasi laka laut dengan menggunakan alat pelampung radio control yang dapat memungkinkan evakuasi korban di lokasi yang sulit dijangkau. 

Selain itu peserta juga dilatih vertikal rescue cara mengevakuasi korban saat terjadi tanah longsor. Dengan bantuan satuan anjing pelacak K9, petugas dapat menemukan korban. Simulasi dilanjutkan evakuasi korban dari tempat ketinggian menuju tempat yang aman dengan menggunakan tali karmantel. 

Tahap terakhir dari pelatihan, Kapolda melihat secara langsung satuan fungsi DVI Biddokkes Polda DIY dalam mengidentifikasi korban.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT