Sejumlah perempuan diamankan petugas Departemen Imigrasi Malaysia dalam penggerebekan tempat pelacuran di Kuala Lumpur, Rabu (5/1/2022) lalu. (Foto: Antara)
Antara

KUALA LUMPUR, iNews.id – Aparat keamanan Malaysia menangkap tiga perempuan warga Negara Indonesia (WNI) di lokasi pelacuran di Kuala Lumpur. Penangkapan ketiganya terjadi pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pun mengungkapkan keprihatinannya atas penangkapan tiga perempuan WNI di lokasi prostitusi itu. 

“Astagfirullah, ada lagi WNI-nya, ya. Miris, masih saja warga kita jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) seperti ini,” kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, saat dihubungi di Kuala Lumpur, Jumat (7/1/2022).

Yosi Iskandar pun mengimbau para WNI untuk memastikan dengan benar pekerjaan yang ditawarkan oleh agen penyalur tenaga kerja. Jika ada keraguan, mereka bisa bertanya kepada KBRI dan melaporkan apabila merasa menjadi korban TPPO.

Sebelumnya, Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) menggerebek sebuah tempat prostitusi—yang dikenal dengan julukan “Rumah Merah”—di Jalan Silang, Kuala Lumpur, pada Rabu lalu. Dalam operasi itu, aparat menahan tujuh warga asing.

Saat penggerebekan, sejumlah perempuan dan pengunjung tempat itu mencoba melarikan diri namun gagal karena sudah dikepung petugas.

“Penjaga (rumah bordil itu) mengambil tindakan dengan mengunci pintu dari dalam untuk memblokade petugas masuk dan tidak memberi kerja sama untuk membuka pintu,” kata Dirjen JIM, Khairul Dzaimee.

Petugas akhirnya membongkar paksa dinding rumah tersebut agar bisa masuk ke dalam, setelah upaya membuka dan mencongkel pintu besi yang dikunci dari dalam tidak membuahkan hasil. Setelah berhasil masuk, petugas menemukan rumah tersebut telah diubah secara ilegal dengan membangun kamar-kamar untuk melayani pelanggan dan juga lorong rahasia.

Sebanyak 11 orang telah diperiksa di lokasi. Tujuh wanita ditemukan bersembunyi di dalam kamar rahasia. Tiga pelanggan bersembunyi di jalur rahasia dan penjaga lokasi bersembunyi di dalam tangki air.

Petugas menahan tujuh warga asing yang terdiri dari tiga wanita WNI, dua wanita warga India, seorang pria warga Nepal yang menjadi penjaga lokasi, dan seorang pria warga Myanmar yang menjadi pelanggan tempat tersebut.

Mereka ditahan lantaran tidak memiliki dokumen identitas diri, melebihi masa tinggal, melanggar syarat izin tinggal, dan kesalahan lain yang melanggar aturan imigrasi.

Ketujuh warga asing itu ditahan di Depo Imigrasi Semenyih, Selangor untuk penyelidikan lebih lanjut.


Editor : Ainun Najib

BERITA TERKAIT