Rencananya akan dilakukan updagre alat yang baru. Hanya saja tidak bisa dilakukan secara cepat karena alat ini harus diimport. Harganya juga mahal sekitar Rp1,5 miliar.
“Kami sudah memesan alatnya tapi memang tidak bisa cepat, harapan kami nantinya bisa menghasilkan 12 juta liter oksigen per bulan,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, saat ini mereka snagat butuh pasokan oksigen dan relawan tenaga kesehatan. Pemkab Gunungkidul terus berupaya memenuhi kebutuhan ini. harapannya upgrade alat pengolah oksigen bisa segera terwujud.
“Untuk relawan kesehatan akan kami ambil dair penaftar THL yang tidak lolos seleksi. Mereka akan kami undang satu-satu untuk mencari relawan kesehatan sangat sulit,” katanya.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait