YOGYAKARTA, iNews.id – Ketidakakuratan data pendataan desil kemiskinan kembali ditemukan di Kota Yogyakarta, DIY. Kali ini nasib miris menimpa Suwarno, lansia sekaligus penyandang disabilitas yang bermukim di Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta.
Nama Suwarno tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) masuk ke dalam kategori Desil 10 atau kelompok masyarakat yang tergolong sangat kaya. Padahal, kondisi riil kehidupan Suwarno di lapangan sangat bertolak belakang dengan kriteria tersebut.
Kondisi rumah yang dihuni Suwarno sangat jauh dari kata mewah. Beberapa bagian atap bangunan rumahnya telah rusak parah. Di dalam rumah tersebut, ia tinggal seorang diri tanpa memiliki pekerjaan tetap akibat keterbatasan fisik.
Suwarno mengaku sangat kaget saat mengetahui status desilnya berada di tingkat tertinggi. Akibat penetapan desil 10 tersebut, seluruh bantuan sosial dari pemerintah yang biasa ia terima terhenti total sejak tahun 2025.
"Bisa dilihat sendiri, saya memang memiliki kulkas tapi kondisinya sudah rusak mati, punya mesin cuci juga sudah rusak tidak bisa dipakai. Semua barang elektronik ini tidak fungsional, tapi tidak tahu kenapa malah dimasukkan ke kriteria desil 10," ujar Suwarno saat ditemui di rumahnya, Jumat (28/8/2026).
Satu-satunya barang elektronik yang masih berfungsi hanyalah sebuah televisi tabung tua. Itu pun merupakan pemberian dari anaknya yang saat ini sudah tidak lagi tinggal serumah dengannya.
Kondisi Suwarno sejatinya membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah. Selain telah menginjak usia lansia yakni 70 tahun, ia juga merupakan penyandang disabilitas fisik lantaran memiliki kelainan pada tulang punggung sejak lahir. Seluruh aktivitas sehari-harinya kini hanya dilakukan di dalam rumah.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait