Pedagang pasar rakyat di Pasar Turi, Kabupaten Bantul (Foto : Antara)
Antara

BANTUL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan mendorong pedagang pasar tradisional untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Dinas akan memfasilitasi pedagang untuk berjualan online melalui jaringan. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan padar tradisional sepi. Banyak konsumen beralih membeli secara online. Tradisi belanja ini semakin berkembang luas dengan banyaknya market place yang menawarkan aneka produk. 

"Kami berusaha bagaimana modernisasi pasar itu tidak hanya fisiknya saja. Pedagangnya juga harus bisa modern salah satunya adalah berjualan dengan online. Ini kita bantu, kita fasilitasi kerja sama dengan Gojek, Grab dan sebagainya," katanya, Minggu (20/11/2022).

Dinas juga akan menerapkan e-retribusi, atau retribusi elektronik. Langkah itu penting dilakukan, karena modernisasi pedagang pasar salah satunya juga e-retribusi.

"Agar mereka makin paham, kalau sekarang semuanya sudah bawa handphone, sehingga pedagang sudah mendapatkan fasilitas yang nyaman, nanti ke depan kita tata manajemennya, agar bisa meningkatkan pendapatan daerah," katanya.

Dia mengatakan,  penerapan e-retribusi pasar yang dimulai pada 2022 di sejumlah pasar rakyat di Bantul. Harapannya seluruh kios pasar di Bantul nantinya secara bertahap dimulai tahun 2023 sudah e-retribusi.

"Dengan e-retribusi kami berupaya untuk meningkatkan target retribusi, dan kami laporkan dari tahun 2022 berjumlah Rp3,34 miliar, ke depan mulai tahun 2023 akan kami naikkan sekitar hampir Rp2 miliar, sehingga menjadi Rp5,27 miliar," katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT