Sjeumlah warga Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul mengungsi di balai kalurahan. (foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)
Kismaya Wibowo

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Jumlah warga Pedukuhan Blemben, Kalurahan Candirejo, Kanewon Semin, Gunungkidul yang mengungsi bertambah, lantaran kondisi cuaca masih belum menentu. Sementara dua korban yang hilang tertimbun longsor pada hari kedua pencarian ini belum ditemukan. 

Koordinator Posko Basarnas Yogyakarta, Arif Rahman mencatat hari ini ada 105 pengungsi yang berada di balai kalurahan dan di bangunan SLB. Sebagian lainnya mmeilih menumpang di rumah kerabatnya yang lokasinya aman.  Mereka terdiri atas 33 lansia, 52 dewasa dan 19 anak-anaka serta satu penyandang disabilitas.
 
“Kemarin masih ada dua keluarga yang bertahan, sekarang ikut mengungsi,” kata Arif, Minggu (20/11/2022).  

Menurutnya, sejumlah warga tidak mau mengambil risiko dengan ancaman bencana alam. Apalagi hujan deras masih mengguyur kawasan ini dan kondisi tanah masih labil. Tidak sedikit yang mulai mengevakuasi perabotan mereka ke lokasin yang aman. 

“Beberapa perabotan mulai dipindah ke lokasi yang aman,” ujarnya.

Salah seorang warga Sumadi mengatakan, sejumlah warga kini trauma. Apalagi kondisi cuaca belum menentu. Wargga takut terjadi longsor susulan. 

“Kami akan menunggu sampai kondisinya benar-benar aman,” katanya. 

Memasuki hari kedua pencarian, dua korban longsor Kasiojoyo (90) dan anaknya Karni (50) belum ditemukan. Pencarian dilakukan oleh puluhan relawan. Pencarian juga menggunakan alat berat dan bantuan anjing pelacak dari Polda DIY. 

Hanya saja pencarian yang dilakukan sepanjang hari ini hasilnya masih nihil. Rencananya pencarian akan dilanjutkana besok pagi dengan memperhatikan cuaca.  


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT