Petugas kesehatan memeriksa kondisi ternak di Pasar Hewan Siyono Harjo Gunungkidul untuk mengantisipasi menularan penyakit kuku dan mulut. (foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)
Kismaya Wibowo

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul menemukan 23 ekor sapi dan sembilan ekor kambing suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) dari dua pasar hewan di Gunungkidul. Ternak ini ditemukan oleh petugas yang melakukan pengawasan di dua pasar hewan di Gunungkidul dibuka pada Minggu (12/6/2022).   

“Di Pasar Siyono Harjo kami menemukan 13 sapi suspek dan tiga kambing,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, Selasa (14/6/2022). 

Pasar Siyono Harjo merupakan pasar hewan terbesar di Gunungkidul yang buka setiap hari Minggu. Sedangkan di Pasar Munggi ditemukan 10 sapi dan enam kambing.

“Sehingga semuanya ada 23 sapi dan enam yang kami temukan," kata Wibawanti, Selasa. 

Wibawanti mengatakan, selama pasar dibuka petugas melakukan pantauan terhadap seluruh hewan ternak yang dibawa pedagang. Secara umum kondisi pasar masih cukup sepi. Banyak pedagang yang menyadari bahaya PMK sehingga tidak banyak membawa ternak ke pasar.   

Menurutnya, masyarakat harus belajar dari kasus yang ada. Sempat ada pedagang yang membeli satu ekor sapi yang supek. Setelah dibawa pulang, menular ke 13 ekor sapi yang lain. 

“Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pedagang dan peternak, agar lebih hati-hati terkait bahaya penyakit ini,” katanya.

Setiap ternak yang dibawa ke pasar hewan akan dicek kondisi kesehatannya. Jika ditemukan ternak dengan suhu tubuh di atas 39,5 derajat Celsius maka harus putar balik. Sapi atau kambing tersebut juga diberikan empat suntikan berupa vitamin, antinyeri, antialergi dan antibiotik.  

“Ada 16 ekor yang diputarbalik di pasar Siyono dan 15 ekor di Pasar hewan Munggi,” kata  Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widyastuti.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT