Selang beberapa hari ada warga yang menggelar hajatan. Penderita ini ikut datang dan membantu selama proses hajatan. Warga tidak mempermasalahkan karena diagnosa sakit tipus bukan karena Covid-19.
“Warga kaget karena ada petugas puskesmas datang dan akan tracing kontak erat yang bersangkutan. Akhirnya ada 16 warga satu dusun yang dinyatakan positif,” katanya.
Dari permasalahan inilah kasus Covid-19 di desa tersebut mencuat. Sampai saat ini dinas masih melakukan tracing. Selaian itu ada klaster keluarga dengan 10 penderita usai menerima tamu dari Sleman.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait